Comscore Tracker
BUSINESS

Pakuwon Jati (PWON) Digugat Konsumen di Surabaya Rp1,53 Miliar

Konsumen tuntut ganti rugi materiil dan imateriil.

Pakuwon Jati (PWON) Digugat Konsumen di Surabaya Rp1,53 MiliarProperti Pakuwon di Surabaya. Shutterstock/Akhmad Dody Firmansyah

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) digugat membayar ganti rugi Rp1,53 miliar oleh serorang kosumennya di Surabaya. Gugatan itu diajukan ke Pengadilan Negeri Surabaya dan terdaftar dengan nomor perkara 19/Pdt.G/2022/PN Sby pada Senin (10/1).

Mengutip Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIP) PN Surabaya, Ulfawanti binti Astadjab yang diwakili kuasa hukumnya Sudiyono SH, bertindak sebagai penggugat. Dalam petitumnya, ia meminta majelis haki mengabulkan gugatan untuk seluruhnya. Ia juga meminta PN Surabaya menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan yang telah diletakan sebelumnya.

Kemudian, ia meminta PN Surabaya "menyatakan Permohonan Pemesanan tanggal 8 Agustus 2019, yang ditanda angani antara Penggugat dengan Tergugat, adalah cacat hukum karenanya harus dinyatakan batal demi hukum dan atau setidak-tidaknya harus dibatalkan dan dinyatakan tidak mempunyai kekuatan mengikat."

Tak hanya itu, penggungat juga meminta PT Pakuwon Jati Tbk dinyatakan melawan hukum dan menghukum perusahaan tersebut agar dalam waktu maksimal 7 hari sejak putusan dijatuhkan "segera mengembalikan Uang muka yang telah dibayarkan kepada Tergugat sebesar Rp. 139.433.000."

Dalam petitum tersebut penggugat juga menuntut ganti rugi materiil dan imateriil yang nilainya mencapai Rp1,53 miliar. Ganti rugi materiil berupa hilangnya hak menikmati atas Sarusun sebesar Rp200 juta,dan pengeluaran-pengeluaran penggugat dalam mengurus perkara ini, sebesar Rp200 juta. Adapun ganti rugi imateriil berupa hilangnya waktu, pikiran dan tenaga serta harga diri sehubungan dengan timbulnya masalah ini, yang besarnya tidak dapat dinilai dengan uang. "Namun untuk memudahkan pembayaran ganti rugi tersebut, maka kerugian tersebut tidak kurang dari Rp 1miliar," demikian bunyi petitum tersebut.

Terakhir, penggugat meminta PN Surabaya menyatakan agar isi putusan dapat dilaksanakan terlebih dahulu, sekalipun ada upaya hukum banding, verzet maupun kasasi (Uit Voerbaar bij Voorraad) serta menghukum Pakuwon Jati  untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini.

Terkait gugatan ini, Fortune Indonesia telah mencoba melakukan klarifikasi kepada Direktur Utama Pakuwon Jati, Stefanus Ridwan. Namun hingga tulisan ini diturunkan, belum ada tanggapan atas pertanyaan yang diajukan.

Related Articles