Comscore Tracker
BUSINESS

Waskita Karya Dapat Kredit Penjaminan Rp8,08 Triliun dari 3 Bank BUMN

Kredit akan digunakan Waskita untuk modal kerja.

Waskita Karya Dapat Kredit Penjaminan Rp8,08 Triliun dari 3 Bank BUMNKantor Pusat Waskita Karya (Sumber: setiapgedung.web.id)

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - PT Waskita Karya (Persero) mendapat kredit penjaminan pemerintah sebesar Rp8,08 triliun dari dua bank plat merah, BNI, BRI dan Mandiri. Kesepakatan itu dituangkan dalam Perjanjian Kredit Sindikasi yang diteken oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita, Taufik Hendra Kusuma.

Dalam perjanjian tersebut perseroan mendapatkan pembiayaan sindikasi berupa revolving facilities yang terdiri dari Bank Mandiri sebesar Rp3,69 Triliun (45,71 persen), BNI Rp1,38 Triliun (17,14 persen) serta BRI Rp3,00 Triliun (37,14 persen). 

Taufik menuturkan pembiayaan sindikasi tersebut akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelesaian 148 proyek penugasan. 

Perjanjian kredit sindikasi ini dijamin Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) lnberdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 211/PMK.08/2020.

“Penandatanganan pembiayaan sindikasi ini menjadi titik balik Waskita untuk menggerakkan kembali proyek-proyek yang tertunda, termasuk kebutuhan modal kerja dan pembayaran vendor secara bertahap. Hal ini menjadi bagian dari realisasi program perbaikan keuangan perseroan secara keseluruhan," ujar Taufik dalam keterangan resminya, Jumat (29/10).

Ia melanjutkan, penandatanganan ini merupakan rangkaian dari seluruh proses negosiasi dengan para kreditur yang juga merupakan tindak lanjut atas Master Restructuring Agreement Perseroan selama setahun terakhir.

Perjanjian kredit sindikasi ini juga merupakan bagian dari 8 streams penyehatan keuangan Waskita yang berfokus pada peningkatan kapasitas modal kerja perseroan dalam menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan. 

Harapannya, kinerja operasional dan kinerja keuangan Waskita dapat terus meningkat kedepan. "Dengan adanya kredit sindikasi ini, perseroan optimis untuk dapat mencapai target kinerja di tahun ini," jelas Taufik.

Related Articles