Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Grab Indonesia Bantah Rumor Keluar dari Pasar Indonesia
Aplikasi Grab. (Dok. Grab Holdings)

Jakarta, FORTUNE - Grab membantah rumor terkait rencana perusahaan keluar dari pasar Indonesia.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan Indonesia merupakan ekosistem penting bagai Grab. Sebagai gambaran, secara valuasi, Ken Research memperkirakan pasar layanan transportasi daring Indonesia bernilai US$2,6 miliar berdasarkan analisis historis selama 5 tahun.

Selama lebih dari satu dekade, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia. "Komitmen ini tercermin dari kontribusi Grab terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan pengantaran online, dukungannya dalam menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM, serta program Grab untuk Indonesia senilai lebih dari Rp100 miliar bagi mitra pengemudi," kata Neneng dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (4/6).

Neneng mengatakan, Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami bertumbuh bersama masyarakat," ujar Neneng.

Sebagai konteks, belum lama ini, laman komunitas pekerja ekonomi digital, teknologi, dan startup di Instagram, @ecommurz, melaporkan, Grab tengah mengevaluasi dampak finansial dari kebijakan komisi terbaru untuk layanan ride-hailing, menyusul pengesahan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Daring. Aturan itu menetapkan bahwa pemangkasan atau potongan komisi bagi aplikator ojol berubah menjadi maksimal 8 persen.

Opsi yang dibahas untuk membatasi dampak tersebut, mencakup: mengenakan biaya besar kepada konsumen dan mitra walaupun perkiraan internal memperkirakan kebijakan itu dapat memicu penurunan permintaan. Selain itu, salah satu opsi terakhir yang sedang dibahas adalah pemberhentian sebagian atau keluarnya Grab dari pasar transportasi daring Indonesia.

Topics

Editorial Team

Related Article