Di balik perubahan kepengurusan tersebut, PT Solusi Sinergi Digital Tbk membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang 2025.
Pendapatan konsolidasian meningkat 147 persen menjadi Rp1,66 triliun dibandingkan Rp671,85 miliar pada tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat EBITDA sekitar Rp1,15 triliun dengan margin EBITDA sekitar 69 persen yang ditopang oleh bisnis infrastruktur telekomunikasi.
Dari sisi operasional, perusahaan telah membangun sekitar 2,5 juta home pass dan 1,5 juta home connect dengan tingkat take-up mencapai 60 persen. Hingga periode yang berakhir pada 31 Maret 2026, perseroan juga menambah sekitar 200 ribu home pass dan home connect.
Direktur Utama sebelumnya, Yune Marketatmo, menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan terhadap strategi yang dijalankan perusahaan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Perseroan. Dukungan tersebut menjadi landasan penting bagi keberhasilan Perseroan dalam membukukan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang tahun 2025, sekaligus memperkuat posisi strategis kami untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Yune dalam siaran pers, Selasa (30/6).
PT Solusi Sinergi Digital Tbk merupakan perusahaan penyedia infrastruktur dan konektivitas digital yang mengembangkan jaringan serat optik nasional serta layanan internet berbasis FTTH (Fiber-to-the-Home) dan FWA (Fixed Wireless Access) untuk mendukung perluasan akses internet di Indonesia.
Siapa yang menjadi Komisaris Utama WIFI? | Hashim S. Djojohadikusumo resmi diangkat sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk. |
Siapa Direktur Utama baru WIFI? | Hendrik Tee ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Yune Marketatmo. |
Berapa dividen yang dibagikan WIFI? | Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp10,6 miliar atau Rp2 per saham. |
Berapa pertumbuhan pendapatan WIFI pada 2025? | Pendapatan konsolidasian meningkat 147 persen menjadi Rp1,66 triliun. |