Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hino Akui Pasar Alami Anomali, Pede Kejar Penjualan 30.000 Unit
Hino menampilkan jajaran kendaraan niaga pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7). Selain meluncurkan bus RM 280 ABS Retarder, Hino juga memamerkan Hino 300 Series 136 HDX untuk segmen truk ringan, Hino 500 Series FLX 280 JW untuk kebutuhan logistik, serta Hino 500 Series FM 280 JD. (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
  • Hino mencatat penjualan sekitar 10 persen di atas target meski pasar kendaraan niaga dinilai anomali, lalu membidik 30.000 unit hingga tahun fiskal berakhir Maret 2027.
  • Permintaan hampir seluruh model memicu antrean pesanan; Hino 500 untuk logistik menjadi kontributor terbesar, mengompensasi pelemahan pertambangan, sementara perkebunan, proyek pangan, dan bus turut menopang.
  • Di GIIAS 2026, Hino meluncurkan bus RM 280 ABS Retarder dengan fitur keselamatan dan efisiensi, serta mencatat penjualan ritel semester I-2026 sebanyak 10.569 unit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, FORTUNE - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) melihat dinamika pasar kendaraan niaga tahun ini berjalan di luar pola normal. Di tengah perlambatan sejumlah sektor ekonomi, penjualan Hino justru melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan.

Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, mengakui kondisi pasar saat ini terbilang menyimpang. Menurut dia, pencapaian penjualan Hino justru berada di atas ekspektasi meski industri masih dibayangi ketidakpastian ekonomi.

Hino saat ini mencapai target yang melewati apa yang direncanakan sebelumnya, sekitar 10 persen dibanding target," kata Susilo di sela ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (29/7).

Dengan capaian tersebut, Hino kini membidik penjualan hingga 30.000 unit pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2027.

Optimisme tersebut didorong oleh tingginya permintaan pada hampir seluruh lini produk. Bahkan, menurut Susilo, hampir semua model Hino saat ini mengalami antrean pemesanan sehingga sulit menentukan model yang paling laris.

"Sekarang kalau dibilang paling laris agak susah karena semua model kami inden kosong," ujarnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan permintaan terbesar saat ini datang dari truk Hino 500 yang digunakan untuk sektor logistik. Kenaikan permintaan tersebut berhasil mengimbangi pelemahan pasar kendaraan untuk industri pertambangan.

"Demand terbesar sekarang malah di Hino 500 untuk yang logistik. Karena mining ada kecenderungan turun. Mining turun tapi terkompensasi," katanya.

Selain logistik, Susilo melihat sektor perkebunan mulai menunjukkan pemulihan dan menjadi salah satu penopang permintaan kendaraan niaga. Berbagai proyek pemerintah, termasuk pengembangan kawasan pangan (food estate), juga mulai memberikan kontribusi terhadap penjualan perusahaan.

"Itu salah satunya di kategori dua. Kita ikut partisipasi di situ," ujarnya.

Di sisi lain, permintaan dari sektor transportasi penumpang juga dinilai semakin atraktif, terutama untuk segmen bus.

"Kami harus bersyukur karena bus kami juga saat ini sangat atraktif. Baik demand-nya," kata Susilo.

Berdasarkan data retail sales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Hino sepanjang semester I-2026 mencapai 10.569 unit. Sementara itu, produksi kendaraan Hino pada periode yang sama telah mencapai 16.329 unit.

Bus baru jadi andalan

Booth Hino di GIICOMVEC 2026 (IDN Times/Fadhliansyah)

Optimisme Hino juga ditopang oleh peluncuran produk baru dalam ajang GIIAS 2026, yakni bus RM 280 ABS Retarder yang menyasar segmen transportasi penumpang.

Bus tersebut menggunakan mesin diesel Euro 4 J08E-WD berkapasitas 7.684 cc dengan tenaga 280 PS. Keunggulan utamanya adalah penggunaan electromagnetic retarder, sistem pengereman tambahan yang membantu mengurangi beban rem utama, terutama saat melintasi jalan menurun.

Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Harianto Sariyan, mengatakan teknologi retarder menjadi pembeda utama dibanding model sebelumnya.

"Sebenarnya teknologi yang terbaru itu retarder. Itu pertama safety, kedua fuel efficiency. Jadi memang ini yang sekarang diunggulkan di GIIAS 2026," ujarnya.

Selain retarder, bus terbaru Hino juga dibekali sistem air suspension untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, serta sasis space frame yang memungkinkan ruang bagasi bawah lebih luas sehingga cocok digunakan untuk bus pariwisata maupun angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).

Pada ajang GIIAS 2026, Hino juga menampilkan sejumlah kendaraan niaga lain, yakni Hino 300 Series 136 HDX untuk segmen truk ringan, Hino 500 Series FLX 280 JW untuk kebutuhan logistik, serta Hino 500 Series FM 280 JD yang dipamerkan sebagai kendaraan pemadam kebakaran.

Seluruh lini produk tersebut didukung layanan purnajual melalui konsep Total Support, yang mencakup jaringan dealer, ketersediaan suku cadang, layanan digital Hino Connect dan MyHino, hingga pelatihan pengemudi dan mekanik melalui Hino Indonesia Academy.

Bagi Hino, GIIAS bukan hanya menjadi ajang memperkenalkan produk baru, tetapi juga memperkuat posisi merek di pasar kendaraan niaga. Selama 26 tahun terakhir, Hino Ranger masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di segmennya, dan perusahaan berharap momentum tersebut dapat terus dijaga melalui inovasi produk dan layanan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article