Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Industri Migas Menantang, ELSA Terapkan Efisiensi Operasional Hingga 25%

Industri Migas Menantang, ELSA Terapkan Efisiensi Operasional Hingga 25%
PT Elnusa Tbk (ELSA) tancap gas di tahun 2026 dengan memperkuat transformasi sebagai low-cost operator di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). (dok. Pertamina)
Intinya Sih
  • PT Elnusa Tbk (ELSA) menargetkan efisiensi operasional hingga 25% sebagai respons terhadap tantangan industri migas dan volatilitas harga minyak global.
  • Elnusa fokus menjadi low-cost operator dengan strategi berbasis teknologi dan inovasi untuk mendukung target produksi nasional satu juta barel minyak per hari.
  • Perusahaan memperkuat layanan hulu migas, mengembangkan teknologi vibroseis dan Inline Inspection, serta melakukan diversifikasi usaha ke sektor non-migas dan pasar internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Elnusa Tbk (ELSA) membidik efisiensi operasional sebagai respons menghadapi dinamika industri minyak dan gas bumi yang semakin menantang.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa kondisi geopolitik global saat ini kian menantang hingga berimbas ke volatilitas harga minyak global. Untuk memitigasi hal ini, ELSA mengadopsi strategi yang fokus pada pengembangan lapangan marginal melalui pendekatan efisiensi berbasis teknologi dan inovasi.

"Kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini," tutur Litta dalam siaran pers, Selasa (7/4).

Upaya ini juga menjadi salah satu strategi perseroan dalam mencapai target produksi nasional sebesar satu juta barel mintak per hari (BOPD), dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFPD).

Seiring dengan upaya transformasi yang dijalankan, Elnusa menempatkan teknologi dan inovasi sebagai bagian penting dalam arah strategisnya. Pendekatan ini menekankan perlunya pemanfaatan teknologi yang lebih adaptif, sekaligus mendorong terbentuknya pola pikir inovatif di seluruh lini organisasi.

Dalam mendukung implementasi strategi tersebut, ELSA memperkuat kapabilitas layanan hulu migas yang mencakup ekosistem terintegrasi mulai dari geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting. Perseroan juga aktif bekerja sama dengan perusahaan di grup Pertamina, seperti Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure (TI&I).

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) serta penggunaan alat Inline Inspection (ILI) guna memastikan keandalan jaringan pipa migas nasional sepanjang lebih dari 21.000 km.

"Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa, sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum terjadi potensi kebocoran," tambah Litta.

Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga terus mendorong diversifikasi usaha, termasuk pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas serta ekspansi pasar internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG), termasuk ke Aljazair.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More