Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
INKA Ekspor Dua Platform Lokomotif ke Australia
INKA ekspor 3 platform lokomotif ke Australia. (Dok. INKA)
  • PT INKA mengekspor dua unit locomotive platform ke Australia sebagai bagian dari kontrak 50 unit senilai sekitar Rp100 miliar dengan UGL RS Pty Limited yang ditargetkan selesai pada 2028.
  • Pengiriman ini menunjukkan kemampuan industri perkeretaapian nasional memenuhi standar global serta memperkuat sinergi antar-BUMN dalam rantai logistik ekspor manufaktur berteknologi tinggi.
  • Komponen buatan Madiun tersebut akan dirakit menjadi lokomotif diesel-elektrik tipe C44ESACi di Australia, menegaskan integrasi Indonesia dalam rantai pasok global sektor perkeretaapian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pengiriman dua platform lokomotif oleh INKA ke Australia mencerminkan kemajuan nyata industri manufaktur nasional yang mampu memenuhi standar ketat pasar global. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi kuat antar-BUMN dalam memperkuat rantai logistik ekspor serta menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen teknologi transportasi yang kompeten dan dipercaya di kancah internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA melanjutkan komitmen ekspansi globalnya dengan mengirimkan dua unit locomotive platform ke Australia melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Pengapalan ini merupakan pengiriman unit ke-17 dan ke-18 dari total kontrak pengadaan 50 unit senilai kurang lebih Rp100 miliar yang disepakati bersama UGL RS Pty Limited pada 2021, dengan target penyelesaian menyeluruh hingga 2028.

Pengiriman terbaru ini sekaligus merefleksikan sinergi strategis antar-BUMN dalam memperkuat rantai logistik ekspor komoditas manufaktur berteknologi tinggi dari dalam negeri.

Komisaris PT INKA, Sangap Surbakti, menyatakan keberhasilan menembus pasar internasional ini menjadi pembuktian autentik bahwa industri perkeretaapian nasional mampu memenuhi standar ketat pasar global.

"Pengiriman ini merupakan capaian penting bagi INKA karena menunjukkan bahwa produk manufaktur perkeretaapian nasional tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga dapat diterima oleh pasar internasional," ujar Sangap dalam keterangan tertulis resmi perusahaan, Minggu (12/7).

Menurut Sangap, realisasi kontrak jangka panjang ini menjadi bagian dari langkah strategis korporasi dalam memperkokoh kapasitas serta daya saing industri kereta api domestik dalam menjawab spesifikasi dan kebutuhan mitra global. Di sisi lain, penetrasi ini memperluas kontribusi serta diversifikasi produk manufaktur Indonesia di kancah internasional.

Sebagai perusahaan pelat merah yang aktif di pasar ekspor, Sangap menambahkan INKA tidak sekadar mengusung misi bisnis komersial, tapi juga mengemban tanggung jawab menjaga reputasi Indonesia sebagai negara produsen manufaktur berbasis teknologi.

Guna menjaga momentum positif ini, ia mengharapkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah melalui regulasi yang kondusif, efisiensi proses perizinan, serta koordinasi yang solid lintas kementerian dan lembaga.

"Dukungan tersebut penting agar perusahaan Indonesia mampu memenuhi komitmen kepada pelanggan global dan semakin kompetitif di pasar internasional," kata Sangap.

Produk yang diekspor ke Negeri Kanguru tersebut merupakan locomotive platform, yaitu struktur dasar atau underframe lokomotif yang belum dilengkapi dengan bogie (sistem roda) maupun perangkat penyambung (coupler).

Komponen fabrikasi asal Madiun ini nantinya akan diintegrasikan menjadi bagian utama dari lokomotif diesel-elektrik tipe C44ESACi. Proses perakitan akhir (final assembly), termasuk instalasi sistem penggerak dan komponen pendukung lainnya, bakal dieksekusi oleh UGL RS Pty Limited di Australia.

Kemampuan memenuhi cetak biru desain, spesifikasi teknis, toleransi dimensi yang presisi, hingga standar pengendalian mutu (quality control) dari mitra internasional ini menegaskan posisi industri manufaktur Indonesia yang telah berhasil terintegrasi dalam rantai pasok global sektor perkeretaapian.

Hingga Juli 2026, INKA telah mengapalkan lebih dari 1.000 unit gerbong barang serta belasan locomotive platform untuk mendukung operasionalisasi transportasi rel di Australia dan Selandia Baru. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article