Jakarta, FORTUNE - PT Inti Food Sejahtera menandatangani nota kesepahaman perihal komitmen pembelian produk protein bar berbahan tempe, Tempbar, dengan mitra distribusi asal Australia. Nilai kesepakatan mencapai US$1 juta untuk periode 2026-2027.
President Commissioner PT Inti Food Sejahtera, Aditya Rumanda, menyatakan kesepakatan tersebut mengawali penetrasi penjualan Tempbar ke pasar internasional. Manajemen mengategorikan bahan dasar tempe sebagai warisan pangan.
"Melalui Tempbar, kami membawa potensi tersebut ke dalam format modern yang kami kembangkan untuk bersaing di pasar global. Australia adalah langkah awal dari perjalanan yang lebih besar," kata dia dalam keterangannya, Jumat (16/10).
Ekspansi distribusi merujuk pada hasil Survei Consumer Insights Tracker Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) 2025. Survei mendata 74 persen konsumen Australia dan Selandia Baru berupaya menjaga pola konsumsi gizi. Nutrisi menjadi prioritas bagi 75 persen responden setelah pertimbangan rasa dan harga pangan.
Inti Food memproduksi Tempbar dari bahan tempe fermentasi. Perusahaan meramu protein nabati tersebut guna mengakomodasi kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.
Satu kemasan Tempbar memiliki berat 50 gram. Komposisi produk memuat 15 gram protein, 2 gram gula, serta 4 gram serat. Perusahaan turut mencampurkan isolat protein kedelai (soy protein isolate) dan oat dalam proses produksi.
"Kami berupaya menunjukkan bahwa inovasi pangan tidak selalu harus berangkat dari bahan yang sepenuhnya baru. Bahan pangan yang telah dikenal konsumen dapat dikembangkan kembali melalui pendekatan produk, format, dan pengalaman konsumsi yang berbeda," ujar dia.
Inti Food menetapkan target penjualan kumulatif 100 juta kemasan Tempbar hingga 2030. Saat ini, perusahaan belum menerbitkan perincian jadwal pengiriman produk maupun rasio proyeksi kontribusi pasar Australia terhadap total penjualan perseroan.
