Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kalbe Farma Waspadai Tekanan Margin Imbas Pelemahan Rupiah
Gedung Kalbe Farma (dok. Kalbe Farma)
  • Kalbe Farma mewaspadai tekanan margin pada semester II akibat fluktuasi nilai tukar rupiah yang memengaruhi struktur biaya produksi.
  • Pada semester I 2026, penjualan KLBF tumbuh 14 persen menjadi Rp19,4 triliun, sementara laba bersih turun 2,8 persen menjadi Ro1,91 triliun.
  • Perseroan mempertimbangkan kenaikan harga secara selektif serta meningkatkan efisiensi, volume, dan optimalisasi biaya produksi untuk menjaga margin.
  • Kalbe Farma mewaspadai tekanan margin pada semester II akibat fluktuasi rupiah di kisaran Rp15.000–Rp18.000 per dolar AS, struktur biaya produksi, dan kondisi geopolitik Timur Tengah.
  • Pada semester I 2026, penjualan KLBF tumbuh 14 persen menjadi Rp19,4 triliun, tetapi laba bersih turun 2,8 persen menjadi Rp1,91 triliun dan margin kotor merosot menjadi 37,6 persen.
  • Perusahaan mempertimbangkan kenaikan harga secara selektif karena ruangnya terbatas, sambil menjaga margin melalui efisiensi operasional, peningkatan volume, dan optimalisasi biaya produksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana strategi yang paling tepat untuk menjaga margin?
Vote Now
semester I 2026

KLBF mencatat penjualan Rp19,4 triliun, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Ro1,91 triliun dan margin laba kotor 37,6 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana strategi yang paling tepat untuk menjaga margin?
Vote Now
  • What?
    Kalbe Farma mewaspadai tekanan margin pada semester II dan membuka opsi kenaikan harga produk secara selektif.
  • Who?
    PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan Direktur Keuangan Kalbe Farma, Kartika Setiabudy.
  • Where?
    Jakarta, dalam paparan publik virtual.
  • When?
    Jumat (11/9), dengan kinerja yang dicatat hingga semester I 2026.
  • Why?
    Fluktuasi nilai tukar rupiah memengaruhi struktur biaya produksi. Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga mempengaruhi kondisi bisnis.
  • How?
    Perseroan akan melakukan kenaikan harga terbatas, meningkatkan efisiensi dan volume, serta mengoptimalkan biaya produksi dan operating expenses.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana strategi yang paling tepat untuk menjaga margin?
Vote Now

Kalbe Farma bilang uang rupiah yang berubah-ubah bisa membuat biaya membuat produk jadi lebih berat. Kak Kartika dari Kalbe Farma mengatakan margin masih tertekan pada semester II. Penjualan KLBF naik pada semester I 2026, tetapi laba bersih dan margin laba kotor turun. Perusahaan bisa menaikkan harga sedikit dan berhemat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana strategi yang paling tepat untuk menjaga margin?
Vote Now

Upaya Kalbe Farma menjaga margin mencakup peningkatan efisiensi, volume, dan optimalisasi biaya produksi. Perseroan juga mempertimbangkan kenaikan harga secara terbatas dan selektif dengan memperhatikan kemampuan serta daya beli masyarakat. Langkah tersebut berjalan seiring dukungan terhadap program di bidang kesehatan nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana strategi yang paling tepat untuk menjaga margin?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mewaspadai tekanan terhadap margin perseroan pada semester II. Hal ini disebabkan adanya fluktuasi nilai tukar rupiah sehingga mempengaruhi struktur biaya produksi.

Direktur Keuangan Kalbe Farma, Kartika Setiabudy, mengatakan dengan kondisi makro, di mana rupiah masih berada di kisaran Rp15.000–Rp18.000 per dolar AS, serta mempertimbangkan inventory saat ini, perusahaan memperkirakan kondisi pada semester II masih akan menghadapi sejumlah tantangan.

“Secara keseluruhan, kami melihat margin masih akan mengalami tekanan. Harapannya, pada tahun depan kondisi dapat menjadi lebih positif,” katanya dalam paparan publik virtual, Jumat (11/9).

Selain itu, kondisi geopolitik, khususnya di Timur Tengah, juga turut mempengaruhi kondisi bisnis.

Hingga semester I 2026, KLBF mencatat penjualan Rp19,4 triliun, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp17 triliun. Meski begitu, kenaikan penjualan perseroan tidak dibarengi kenaikan laba bersih di mana KLBF mencatat laba bersih Ro1,91 triliun, lebih rendah 2,8 persen dibanding semester I tahun lalu sebesar Rp1,97 triliun.

Selain itu, KLBF mencatat margin laba kotor 37,6 persen pada semester I 2026. Angka tersebut turun 220 basis points (bps) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 41 persen.

Untuk menjaga margin, perseroan membuka opsi menaikan harga jual produk. “Beberapa segmen usaha memang perlu dilakukan kenaikan harga. Namun, ruang untuk melakukan kenaikan harga cukup terbatas,” katanya.

Dengan kondisi pasar saat ini yang cukup berat, kenaikan harga hanya dapat dilakukan secara selektif.

“Di beberapa produk dalam bisnis produk kesehatan, seperti di segmen lainnya, pergerakan kapasitas cukup tinggi. Kami juga harus terus mendukung program di bidang kesehatan nasional, sehingga peluang untuk melakukan kenaikan harga menjadi lebih terbatas,” katanya.

Demikian juga di bisnis nutrisi. Kondisi bahan baku dapat berdampak terhadap keseluruhan pasar, terutama karena sebagian besar bisnis kesehatan nutrisi berada di segmen tersebut.

“Sehingga, kenaikan harga dilakukan secara terbatas di beberapa usaha, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan dan daya beli masyarakat,” ujar Kartika.

Ke depan, perusahaan akan terus melakukan berbagai upaya agar margin tetap terjaga, dengan meningkatkan efisiensi, volume, dan mengoptimalkan biaya produksi.

“Dari sisi operating expenses, kami juga akan terus melakukan efisiensi. Hal ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperbaiki margin,” pungkasnya.

Pilih pandanganmu soal strategi Kalbe Farma

Mana strategi yang paling tepat untuk menjaga margin?

See More
Kenaikan harga selektif
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Efisiensi biaya produksi

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article