Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Konstruksi Pabrik CA-EDC Cilegon Chandra Asri (TPIA) Capai 50%
Pabrik Pt Chandra asri tbk (TPIA)/Dok. Chandra asri

Jakarta, FORTUNE - Pembangunan pabrik Cilegon milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Grup Chandra Asri telah mencapai 50 persen. Kini, fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) itu memasuki fase puncak konstruksi.

Perseroan melakukan pembangunan fasilitas itu melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA). Sejumlah pekerjaan utama sudah selesai, termasuk pemasangan struktur utama pabrik, instalasi jaringan perpipaan, juga persiapan koneksi kelistrikan sebagai bagian dari fase menuju kesiapan operasional.

"Melalui peningkatan kapasitas produksi bahan kimia strategis di dalam negeri, fasilitas ini akan memperkuat ketahanan pasokan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar melalui peluang ekspor produk EDC," kata Presiden Direktur & CEO Grup Chandra Asri, Erwin Ciputra dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Fasilitas itu ditargetkan beroperasi secara komersial pada kuartal-I 2027. Pada fase awal operasional, fasilitas itu akan memiliki kapasitas produksi sebesar 827.000 ton soda kaustik, serta 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun.

Dalam proyeksi jangka panjang, produksi soda kaustik diperkirakan dapat mensubstitusi impor hingga 827.000 ton per tahun dengan nilai sekitar US$293 juta atau setara Rp4,9 triliun. Sementara itu, seluruh produksi EDC akan diperuntukkan bagi pasar ekspor, dengan potensi devisa sekitar US$300 juta atau setara Rp5 triliun per tahun.

Pengembangan fasilitas itu juga turut menciptakan lapangan kerja dan melibatkan pelaku usaha lokal seperti UMKM. Selama tahap konstruksi, ada sekitar 3.000 tenaga kerja yang perseroan libatkan. Lebih lanjut, perseroan memprediksi akan ada 250 lapangan kerja baru setelah pabrik itu beroperasi penuh.

"Kami berharap kehadiran Pabrik CA-EDC ini akan semakin mengukuhkan peran Indonesia dalam rantai pasok industri kimia di kawasan Asia Tenggara," ujar Erwin.

Grup Chandra Asri didirikan pada 1992. Portofolio aset perseroan kini mencakup kilang berkapasitas 237.000 barel per hari dan unit ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom; 2,5 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau jurong, dan naphtha crackerdi Cilegon pertama di Indonesia dengan kapasitas 0,9 juta metrik ton.

Editorial Team