Posisi keuangan ANTAM ikut meningkat. Total aset perusahaan mencapai Rp59,74 triliun, naik 24 persen dibandingkan Rp48,07 triliun. Ekuitas bertambah 17 persen menjadi Rp41,22 triliun, sedangkan kas dan setara kas meningkat 14 persen menjadi Rp10,54 triliun.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp5,06 triliun, tumbuh 26 persen dari Rp4,02 triliun. Penerimaan kas dari pelanggan juga naik 29 persen menjadi Rp87,92 triliun, sejalan dengan peningkatan penjualan.
Di luar kinerja sembilan bulan pertama 2026, ANTAM telah membagikan dividen tunai Rp5,05 triliun untuk tahun buku 2025 pada Juli 2026. Nilainya meningkat 38 persen dibandingkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp3,65 triliun. Pembagian tersebut setara dengan 70 persen laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2025.
Perusahaan juga melanjutkan pengembangan usaha hilir. Salah satunya, proyek ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur bersama konsorsium yang melibatkan Grup CATL dan Zhejiang Huayou Cobalt. Sementara itu, proyek SGAR Mempawah Fase 1 dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri aluminium nasional.
Berapa laba ANTAM hingga September 2026? | ANTAM mencatat laba periode berjalan Rp9,66 triliun, tumbuh 46 persen secara tahunan. |
Berapa penjualan bersih ANTAM pada Januari–September 2026? | Penjualan bersih ANTAM mencapai Rp88,48 triliun, naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. |
Produk apa yang paling besar menyumbang penjualan ANTAM? | Emas menjadi kontributor terbesar dengan porsi 77 persen dari total penjualan. |
Berapa pendapatan segmen nikel ANTAM? | Pendapatan segmen nikel mencapai Rp16,98 triliun, meningkat 52 persen secara tahunan. |