Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Laba Bersih Lippo Karawaci (LPKR) Anjlok 97% Sepanjang 2025
PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) (lippokarawaci.co.id)
  • Lippo Karawaci (LPKR) mencatat penurunan laba bersih 97,49% menjadi Rp469,53 miliar pada 2025, meski pendapatan segmen real estate tumbuh 52% mencapai Rp7,67 triliun.
  • Pra penjualan properti mencapai Rp5,32 triliun atau 85% dari target tahunan, dengan rumah tapak segmen terjangkau dan premium menyumbang 72% total pra penjualan.
  • Segmen gaya hidup membukukan pendapatan Rp1,37 triliun dan EBITDA naik 16% YoY menjadi Rp448 miliar berkat peningkatan sewa tenant serta efisiensi operasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pelemahan kinerja keuangan sepanjang 2025. Emiten properti ini membukukan pendapatan neto sebesar Rp8,84 triliun, atau turun 21,48 persen secara year on year (YoY) dari Rp11,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu EBITDA tercatat sebesar Rp1,37 triliun dengan laba bersih Rp469,53 miliar, anjlok 97,49 persen YoY dari Rp 18,74 triliun di tahun 2024. Meski demikian, underlying NPAT meningkat 57 persen menjadi Rp630 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih LPKR tertekan disebabkan naiknya beban pokok pendapatan menjadi Rp5,86 triliun, dan beban usaha sebesar Rp2,27 triliun.

CEO LPKR, John Riady, menjelaskan, di tengah dinamika makro ekonomi yang menantang dan permintaan konsumen yang melemah pada tahun lalu, permintaan terhadap rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user menjadi penopang kinerja pra penjualan.

Segmen real estate mencatat pra penjualan sebesar Rp5,32 triliun atau mencapai 85 persen dari target tahunan. Sementara permintaan untuk rumah tapak segmen terjangkau maupun premium di berbagai wilayah menyumbang 72 persen dari total pra penjualan.

"Strategi perumahan terjangkau perseroan yang dilengkapi penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat. Inisiatif pengurangan hutang juga secara signifikan memperkuat struktur permodalan perseroan," katanya dalam keterangan resmi, Senin (2/3).

Salah satunya, peluncuran Park Serpong fase 4–6 serta pengenalan produk Treetops Livin yang diklaim berhasil menjawab permintaan dari segmen mass-market dan menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR di pasar rumah tapak.

LPKR mencatat pendapatan segmen real estate sepanjang tahun lalu mencapai Rp7,67 triliun atau tumbuh 52 persen YoY, didorong oleh serah terima unit residensial dan komersial yang tepat waktu. EBITDA tercatat Rp1,15 triliun ditopang oleh efisiensi operasional dan eksekusi yang efektif.

Sementara pada segmen gaya hidup yang terdiri dari bisnis mal dan hotel, LPKR membukukan pendapatan Rp1,37 triliun. Laba kotor meningkat 6 persen menjadi Rp1,03 triliun, sementara EBITDA naik 16 persen YoY menjadi Rp448 miliar, didukung oleh peningkatan sewa tenant, pemulihan operasional yang berkelanjutan, serta optimalisasi biaya.

Editorial Team

EditorEkarina .