Jakarta, FORTUNE - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan laba bersih pada semester-I 2026, walaupun pendapatannya terkoreksi.
Dikutip dari laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan JSMR mencapai Rp13,11 triliun, terkoreksi 6 persen (YoY) dari Rp13,94 triliun pada paruh-I 2025. Sebagian besar pendapatan berasal dari pendapatan tol, yakni sebesar Rp9,5 triliun. Sementara itu, segmen konstruksi dan pendapatan usaha lainnya masing-masing menyumbang senilai Rp2,8 triliun dan Rp798,23 miliar.
Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan perseroan menurun Rp8,31 triliun dari Rp8,31 triliun menjadi Rp7 triliun.
Berkat penurunan beban tersebut, laba bruto JSMR pun meningkat 8,41 persen (YoY) dari Rp5,63 triliun menjadi Rp6,1 triliun pada akhir Juni 2026. Laba bersih perseroan juga bertumbuh 2,01 persen (YoY) menjadi Rp1,91 triliun, dari sebelumnya Rp1,87 triliun.
Dengan kenaikan laba kotor dan bersih itu, laba per saham JSMR juga bertumbuh dari Rp258 menjadi Rp263 pada periode yang sama.
Dari segi neraca, aset JSMR berjumlah Rp163,21 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp159,99 triliun pada akhir Desember 2025. Liabilitas perseroan juga naik dari Rp97,63 triliun menjadi Rp99,98 triliun per akhir Juni 2026. Begitu pula dengan ekuitas yang bertumbuh dari Rp62,36 triliun menjadi Rp63,23 triliun.
Dari segi pergerakan saham, JSMR ditutup menguat 4,59 persen ke harga Rp2.960. Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksi perdagangan JSMR mencapai 8,25 juta unit saham, dengan nilai transaksi perdagangan Rp24 miliar, dan frekuensi transaksi 3.000 kali.
Selama seminggu terakhir, saham JSMR telah menguat 7,25 persen. Begitu pula dalam sebulan terakhir, di mana saham tersebut menunjukkan kenaikan harga hingga 8,03 persen. Namun, dalam 3 bulan belakangan, saham JSMR tercatat telah terkoreksi 2,63 persen.
