Comscore Tracker
BUSINESS

3 Bulan Vakum, AirAsia Indonesia Kembali Mengudara

AirAsia kembali melayani penerbangan mulai Oktober 2021.

3 Bulan Vakum, AirAsia Indonesia Kembali MengudaraShutterstock/Abdul Razak Latif

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - PT AirAsia Indonesia Tbk memutuskan kembali memberikan layanan penerbangan berjadwal secara bertahap. Maskapai dengan kode penerbangan QZ itu akan kembali mengoperasikan rute Jakarta-Bali pada 14 Oktober 2021.

AirAsia akan kembali melayani rute penerbangan Jakarta-Bali tapi masih terbatas dengan operasional penerbangan pada hari-hari tertentu, antara lain: Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sedangkan, rute perjalanan lainnya akan diinformasikan secara bertahap.

“Tiket untuk rute tersebut tersedia untuk dipesan di aplikasi super airasia, web airasia.com, agen perjalanan dan mitra penjualan AirAsia,” demikian dikutip dari pernyataan manajemen AirAsia Indonesia dalam situs resminya, Rabu (29/9).

Sebelumnya, AirAsia mengumumkan untuk menghentikan sementara layanan penerbangan berjadwal baik rute domestik maupun internasional sejak awal Juli lalu. Keputusan ini sejalan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Ini artinya, AirAsia sudah tidak mengudara selama kurang lebih tiga bulan.

Manajemen AirAsia menyampaikan, perusahaan berkomitmen untuk tetap melayani penerbangan reguler, charter, dan kargo untuk keperluan repatriasi, pengiriman barang atau kepentingan esensial lainnya. AirAsia juga memastikan akan menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan dengan ketat.

AirAsia juga mengimbau bagi seluruh penumpang perjalan domestik untuk mengikuti sejumlah aturan penting perjalanan yang ditetapkan pemerintah, antara lain: menunjukkan dokumen seperti hasil tes Covid-19 dan sertifikat vaksin dan yelah tersedia di aplikasi PeduliLindungi sebelum keberangkatan serta mengisi kartu kewaspadaan elektronik (e-HAC).

Maskapai murah terbaik

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine, menyampaikan, perusahaan telah mempersiapkan seluruh kru dan armada untuk dapat segera melayani kembali penerbangan berjadwal. Menurutnya, perusahaan antusias untuk menyambut penumpang setia AirAsia kembali di layanan penerbangan perusahaan.

“Seiring membaiknya situasi di Tanah Air, kami mengingatkan masyarakat untuk tetap selalu mematuhi protokol keselamatan dan anjuran kesehatan serta memenuhi persyaratan perjalanan yang ditetapkan pemerintah. Kita tetap perlu waspada dan menjaga higienitas semaksimal mungkin meskipun kita telah divaksinasi lengkap,” kata Veranita.

Menurutnya, AirAsia telah mendapat pengakuan dari para ahli aviasi di Airlineratings.com dengan meraih peringkat tertinggi berupa tujuh bintang penuh untuk protokol kesehatan yang ketat dan komprehensif.

AirAsia sebelumnya juga dinobatkan sebagai Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia untuk 12 tahun berturut-turut pada ajang Skytrax 2021 World Airline Awards. Penghargaan ini menyusul pengakuan bergengsi lainnya yakni Inovasi Bisnis pada Flight Global’s Airline Strategy Awards 2021.

“Kami merasa terhormat menerima penghargaan ini setelah melalui periode paling bergejolak dalam sejarah penerbangan komersial,” kata CEO AirAsia Group, Tony Fernandes. “Brand kami selalu mengutamakan people, memberikan kesempatan terbang untuk semua orang dan mengedepankan staf kami.

Kinerja keuangan terakhir

Berdasarkan laporan keuangan, AirAsia pada semester pertama tahun ini hanya mencatatkan pendapatan mencapai Rp453,42 miliar. Angka ini turun drastis 66,2 persen dari pendapatan periode yang sama 2020 (year-on-year.yoy) sebesar Rp1,34 triliun.

Jika dirinci, pendapatan AirAsia dari penumpang tercatat turun tajam 70,9 persen menjadi Rp375,32 miliar. Setelahnya, pendapatan kargo juga turun 11,4 persen menjadi Rp45,22 miliar, Namun, AirAsia masih mencatatkan kenaikan pendapatan charter sebesar 846,8 persen menjadi Rp32,87 miliar.

Perusahaan dengan kode emiten CMPP itu masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp1,17 triliun, lebih besar dari pendapatannya. Rugi maskapai ini juga meningkat dari sebelumnya Rp909,63 miliar.

Posisi kas dan bank akhir tahun AirAsia juga memprihatinkan. Perusahan ini hanya mencatatkan persediaan kas mencapai Rp15,52 miliar, menurun signifikan 54,9 persen dari sebelumnya Rp34,44 miliar.

Related Articles