Jakarta, FORTUNE - Isu merger PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) sudah berulang tersiar sebelum mulai direalisasikan pada 2024. Inilah cerita di balik lahirnya PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.
Bagi pengusaha kawakan Franky Oesman Widjaja, teknologi menjadi salah satu bidang usaha yang ia jalani dengan gairah. Yang diperhitungkannya bukan hanya sekadar kartal, melainkan bagaimana menggali potensi nilai tambahnya. Itu tak mengherankan, mengingat sang ayah, Eka Tjipta Widjaja, pun sejak awal menanamkan unsur teknologi saat merintis Grup Sinar Mas hingga berkembang ke berbagai lini.
"Ya, memang [teknologi] itu dari dulu [sudah passion saya]. Memang suka di sana, makanya kami support juga [investasi] untuk inovasi," katanya kepada Fortune Indonesia, April 2025.
Secara pribadi, ia bahkan menjabarkan singkatan SMART pada nama perusahaannya sebagai ‘Sinar Mas, affordable, reliable, dan teknologi’. "Nama bukan asal nama, itu juga doa."
Smartfren adalah salah satu bisnis Sinar Mas di bidang teknologi. Selama menjadi bagian Grup Sinar Mas dari 2011, rapor bottom-line Smartfren hampir selalu merah. Smartfren hanya berhasil mencetak laba bersih pada 2022, yakni senilai Rp1,64 triliun. Sisanya, selalu merugi. Jika diakumulasi, Smartfren membukukan rata-rata rugi bersih Rp1,56 triliun pada periode tersebut. Isyarat hendak melebur dengan entitas lain pun terdengar beberapa kali.
Namun, Sinar Mas tak pernah secara gamblang menyatakan akan melepas lini bisnis itu. Bahkan, saat Smartfren akhirnya resmi dikawinkan dengan PT XL Axiata Tbk pada 2025 (menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk), Sinar Mas berkeras tak melepas status sebagai pengendali.
“Kalau sudah bersinergi [setelah merger], harusnya bisnisnya bagus. Kan kami tidak menjual barang murah, tapi barang bagus dan kualitas baik,” kata Franky.
Berdasarkan prospektus, Grup Axiata dan Grup Sinar Mas menjad pemegang saham pengendali bersama atas XLSMART, dengan kepemilikan saham masing-masing 34,8 persen.
Secara terperinci, rasio pembagian nilai ekuitas dalam merger itu adalah 72:28 antara XL Axiata dan Smartfren. Sinar Mas pun menerima 21,7 persen saham di XLSMART, sedangkan Axiata 47,9 persen. Sejalan dengan itu, Sinar Mas mengakuisisi tambahan 13,1 persen saham XLSMART dengan menyetor modal sejumlah US$475 juta, mencakup US$400 juta selepas merger ditutup dan US$75 juta pada akhir tahun pertama konsolidasi.
Megamerger XLSMART memang menarik atensi industri karena melibatkan dua konglomerasi dari dua negara. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) guna menjajaki dan meningkatkan kolaborasi strategis Axiata dan Sinar Mas pada Januari 2025. Itu menyangkut dua hal, yakni: diskusi lanjutan ihwal proyek dan inisiatif khusus guna mengakselerasi kolaborasi di Malaysia, Indonesia, dan Asia Tenggara serta penegasan kembali komitmen dalam perjanjian definitif merger XLSMART pada Desember 2024.
Kalkulasi pramerger, nilai gabungan perusahaan melampaui US$6,5 miliar atau lebih dari Rp104 triliun. “Kami percaya kombinasi bisnis ini dapat meningkatkan kondisi finansial dari industri, dan kami yakin XLSMART akan muncul sebagai pemain yang tangguh, memungkinkan kami untuk mempercepat investasi secara signifikan dalam infrastruktur digital dan inovasi, sehingga turut memberdayakan komunitas,” kata Group Chief Executive Officer of Axiata Group, Vivek Sood setelah RUPSLB di Jakarta, Maret.
Dalam kesempatan yang sama, Franky sempat menyinggung perihal nilai sinergi merger XLSMART dalam lima tahun, yakni sekitar US$1,5 miliar. “Jadi kurang lebih sekitar US$1 juta per hari saving yang bisa kita dapatkan, angkanya tergantung pada penjualannya,” katanya.
Sebelumnya, pada Desember 2024, Antony Susilo, yang saat itu menjabat sebagai CFO Smartfren, mengestimasikan efisiensi biaya operasional sekitar US$300 juta–US$400 juta per tahun selepas merger, lewat efisiensi biaya jaringan hingga optimalisasi infrastruktur pendukung. Sejak XLSMART resmi beroperasi pada April 2025, Antony menduduki posisi sebagai Direktur & CFO XLSMART.
