Jakarta, FORTUNE - Pabrik yang memproduksi melamin pertama di Indonesia memulai tapa pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Proyek yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology itu dibangun dengan total investasi senilai US$600 Juta atau sekitar Rp10,2 triliun.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari pengembangan rantai industri melamin terintegrasi dengan kapasitas produksi 120.000 ton per tahun (TPA), menjadikan fasilitas itu sebagai yang pertama sekaligus terbesar di Indonesia. Operasional pabrik ditargetkan mulai berjalan pada kuartal II tahun 2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa proyek ini akan memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Proyek ini merupakan bagian dari rencana pengembangan yang lebih besar di KEK Gresik. Hal ini mencerminkan komitmen kuat dalam mempercepat hilirisasi industri dan menciptakan industri bernilai tambah tinggi di dalam negeri," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Fortune Indonesia, Jumat (10/4).
Adapun, pabrik ini akan mengolah gas alam menjadi ammonia, kemudian diproses lebih lanjut menjadi urea dan dikembangkan menjadi produk turunan bernilai seperti melamin dan amonium nitrat. Pada tahap awal, kapasitas produksi yang direncanakan sejumlah 800 ton per hari (TPD) amonia, 1.500 TPD urea, dan 200 TPD melamin.
Airlangga mengatakan proyek tersebut akan berdampak pada pengembangan perekonomian daerah. Di Jawa Timur, sektor manufaktur berkontribusi sekitar 31,32 persen terhadap perekonomian regional, sekaligus mendorong penurunan tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir.
"Pada 2025, sektor manufaktur berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap PDB Indonesia dan menjadi penggerak utama pertumbuhan di berbagai kawasan industri," lanjutnya.
Masuknya investasi baru pada proyek industri melamin ini semakin memperkuat momentum pertumbuhan KEK Gresik, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekosistem industri dan iklim investasi di Indonesia.
Masuknya investasi baru pada proyek industri melamin dinilai memperkuat momentum pertumbuhan di KEK Gresik. Hal ini sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekosistem industri serta iklim investasi nasional.
Secara nasional, realisasi investasi kumulatif KEK mencapai Rp336 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja dari 249 ribu orang. Sepanjang tahun 2025, KEK Gresik membukukan investasi sebesar Rp105,4 triliun atau sekitar 31 persn dari total investasi KEK nasional, dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja.
