Jakarta, FORTUNE – Preferensi penyewa hunian dari kalangan Gen Z dan Milenial bergeser meninggalkan masa sewa jangka panjag ke kontrak yang lebih pendek. Penyedia co-living Cove, mencatat hampir 60 persen penghuni dari dua kelompok usia tersebut berencana tinggal selama 1-3 bulan pada 2026, meningkat 32 poin persentase dibandingkan tiga tahun lalu.
Sebaliknya, minat terhadap kontrak hunian selama satu tahun atau lebih turun 22 poin persentase dalam periode yang sama. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran pola permintaan di pasar hunian sewa, khususnya dari konsumen usia produktif yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar dalam menentukan tempat tinggal.
Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan 95 persen penghuni Cove saat ini berasal dari Gen Z dan Milenial. Menurut dia, keputssan perubahan durasi sewa salah satunya dipengaruhi oleh faktor mobilitas.
“Bagi mereka hunian yang layak tidak hanya sekadar kamar yang cukup untuk tidur, namun sebuah hunian yang dapat mendukung mobilitas, gaya hidup, dan pergeseran preferensi mereka yang cenderung dinamis,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8).
Pergeseran tersebut tidak sepenuhnya berkaitan dengan kemampuan finansial. Cove mencatat pendapatan mayoritas penghuninya berada di kisaran Rp10 juta, relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Dengan kondisi pendapatan yang relatif tidak berubah, perubahan pilihan durasi sewa mengindikasikan bahwa fleksibilitas menjadi pertimbangan yang semakin penting. Alasan penyewa dapat menghindari komitmen kontrak panjang ketika di antaranya karena menghadapi perubahan pekerjaan, kebutuhan pendidikan, maupun keinginan berpindah lingkungan tempat tinggal.
Dari sisi bisnis hunian sewa, perubahan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap produk dengan periode kontrak yang lebih fleksibel. Model co-living menjadi salah satu format yang dapat menyesuaikan kebutuhan tersebut karena menawarkan hunian siap huni dengan fasilitas yang telah tersedia.
