Jakarta, FORTUNE – L’Oréal membukukan kinerja di atas ekspektasi pasar pada kuartal III 2026. Pertumbuhan penjualan perusahaan kosmetik terbesar di dunia itu ditopang oleh divisi Produk Profesional dan Kecantikan Dermatologis, serta pemulihan bisnis produk mewah atau Luxe. Melansir WWD, penjualan L’Oréal mencapai 11,56 miliar euro selama tiga bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Nilai tersebut meningkat 11,9 persen secara nominal, dengan pertumbuhan 7,2 persen berdasarkan perbandingan setara atau like-for-like dan 7,7 persen setelah penyesuaian.
Pencapaian tersebut melampaui perkiraan konsensus Vara yang memproyeksikan pertumbuhan 5,4 persen. Barclays sebelumnya memperkirakan pertumbuhan penjualan perusahaan sebesar 5,7 persen. Produsen merek kecantikan seperti Lancôme, La Roche-Posay, dan Garnier itu juga mencatatkan pertumbuhan di atas industri kecantikan global. Pasar tersebut diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, meskipun kondisi ekonomi makro masih menantang.
"Kami membukukan kinerja luar biasa pada kuartal III. Kami secara signifikan mengungguli pasar di sebagian besar kategori produk, divisi, dan wilayah," kata Chief Executive Officer L’Oréal, Nicolas Hieronimus, dalam panggilan konferensi pada Kamis (22/10).
Hieronimus mengatakan keberhasilan strategi inovasi perusahaan turut memperkuat kinerja sejumlah kategori produk. L’Oréal terus mencatatkan pertumbuhan pada produk perawatan rambut dan parfum, sekaligus memperbaiki performa bisnis perawatan kulit.
Divisi Produk Profesional menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan L’Oréal. Menurut Hieronimus, pasar perawatan rambut profesional terus mengalami akselerasi sejak 2025, sedangkan bisnis divisi tersebut tumbuh dua kali lebih cepat. Penjualan divisi Produk Profesional secara nominal meningkat 19,1 persen pada kuartal III 2026.
Sejumlah merek dalam portofolio perusahaan, termasuk Kérastase, Redken, dan Matrix, mencatatkan kinerja positif di kategori tersebut. "Perawatan rambut menjadi pendorong pertumbuhan," kata Hieronimus. Selain itu, pasar salon kini menunjukkan kondisi yang lebih positif.
Ia menambahkan, kombinasi pertumbuhan dari divisi Produk Profesional, Produk Konsumen, serta Kecantikan Dermatologis melalui merek Dercos telah memperkuat posisi L’Oréal di industri perawatan rambut global. "Kami telah menjadi grup perawatan rambut nomor satu di dunia, dari posisi nomor tiga atau nomor dua sekitar tiga tahun lalu. Upaya gabungan dari ketiga divisi ini benar-benar mulai membuahkan hasil," ujarnya.
Bisnis SalonCentric, yang dikembangkan untuk melayani penata rambut independen, juga membukukan pertumbuhan sekitar 8 persen. Hieronimus menyebut SalonCentric kini menjadi distributor nomor satu di Amerika Serikat. Selain itu, L’Oréal telah mengakuisisi sejumlah distributor kecil di Kanada.
Di kategori parfum, Hieronimus memperkirakan pasar global tumbuh pada kisaran satu digit menengah. Ia mengatakan bisnis parfum L’Oréal tengah berada dalam momentum pertumbuhan yang kuat. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, bisnis parfum L’Oréal tumbuh mendekati dua digit. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah produk unggulan, antara lain Libre dari Yves Saint Laurent yang menempati posisi pertama secara global, La Vie Est Belle dari Lancôme, Prada Paradigme, serta Giorgio Armani I Will.
Hieronimus juga menyoroti kinerja Creed yang mencatatkan pertumbuhan dua digit. Menurut dia, pasar parfum masih menunjukkan dinamika positif di berbagai wilayah, meskipun penjualannya sedikit melambat pada musim panas akibat suhu yang tinggi.
