Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penjualan Tembus Rp8,2 Triliun, MDLA Genjot Ekspansi di Semester II
Fasilitas Very Narrow Aisle di NDC AAM.
  • MDLA mencatat penjualan Rp8,2 triliun dan laba bersih Rp226 miliar pada semester I 2026.

  • Pertumbuhan didukung ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan own product, dan optimalisasi kanal digital.

  • MDLA membukukan penjualan Rp8,2 triliun pada semester I 2026, naik 10,1 persen, sementara laba bersih tumbuh 12,6 persen menjadi Rp226 miliar.

  • Kinerja didorong ekspansi distribusi, lima prinsipal baru, penguatan produk Stardec yang penjualannya naik 34 persen, serta kanal digital GPOS B2B yang tumbuh 20 persen.

  • MDLA menyiapkan gudang AAM Medan beroperasi kuartal IV 2026, merencanakan NDC 2 cold storage pada 2027, dan memakai AI Forecast untuk menekan out-of-stock di bawah 2 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah penguatan infrastruktur perlu jadi fokus MDLA?
Vote Now
2025

Produk Stardec diekspor ke Kamboja dan Timor-Leste.

Semester I 2026

MDLA mencatat penjualan Rp8,2 triliun, tumbuh 10,1 persen. Laba bersih tumbuh 12,6 persen menjadi Rp226 miliar.

kuartal IV 2026

Gudang AAM Medan ditargetkan mulai beroperasi.

2027

Perseroan merencanakan pembangunan NDC 2 untuk kebutuhan cold storage di Kawasan Industri Jababeka 2.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah penguatan infrastruktur perlu jadi fokus MDLA?
Vote Now
  • What?
    MDLA membukukan penjualan Rp8,2 triliun dan laba bersih Rp226 miliar pada semester I 2026, serta menyiapkan ekspansi bisnis.
  • Who?
    PT Medela Potentia Tbk (MDLA), entitas anak PT Anugrah Argon Medica, dan PT Djembatan Dua.
  • Where?
    Gudang AAM dibangun di Medan, sedangkan NDC 2 direncanakan di Kawasan Industri Jababeka 2.
  • When?
    Kinerja dicatat pada semester I 2026. Gudang AAM Medan ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
  • Why?
    Perseroan memperkuat kapasitas infrastruktur untuk menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan distribusi produk kesehatan.
  • How?
    Melalui ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan own product, kanal digital, pembangunan gudang, dan implementasi AI Forecast.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah penguatan infrastruktur perlu jadi fokus MDLA?
Vote Now

MDLA menjual produk kesehatan sampai Rp8,2 triliun pada semester I 2026. MDLA juga mendapat laba Rp226 miliar. Mereka menambah prinsipal, punya produk Stardec, dan memakai GPOS B2B. Sekarang mereka membuat gudang di Medan dan punya rencana tempat penyimpanan dingin baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah penguatan infrastruktur perlu jadi fokus MDLA?
Vote Now

Pertumbuhan penjualan, laba bersih, dan EBITDA memberi dasar bagi MDLA untuk memperkuat kapasitas serta efisiensi kerja. Pengembangan produk Stardec, perluasan distribusi, dan pemanfaatan AI Forecast menunjukkan beberapa lini bisnis berjalan beriringan. Penggunaan panel surya dan kendaraan listrik juga mencerminkan integrasi aspek ESG dalam operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah penguatan infrastruktur perlu jadi fokus MDLA?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE – PT Medela Potentia Tbk (MDLA) membukukan kinerja positif pada semester I 2026 dengan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga double digit.

Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp8,2 triliun pada semester I 2026, tumbuh 10,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh peningkatan laba bersih sebesar 12,6 persen menjadi Rp226 miliar, laba kotor mencapai Rp762 miliar serta EBITDA tumbuh 11,2 persen menjadi Rp325 miliar.

Investor Relations PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana, mengatakan bahwa kinerja solid perseroan didukung oleh eksekusi strategi yang berjalan sesuai dengan rencana.

“Pertumbuhan kinerja Semester I 2026 ditopang oleh beberapa driver mulai dari ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan own product, hingga optimalisasi kanal digital,” kata Haris dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9).

Dari sisi operasional, MDLA juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses kerja. Dengan fondasi tersebut, perseroan menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan efisiensi seiring dengan pertumbuhan bisnis.

Pada lini distribusi, entitas anak PT Anugrah Argon Medica (AAM) terus memperkuat portofolio bisnis melalui penambahan lima prinsipal baru yang terdiri dari satu prinsipal ethical, tiga prinsipal consumer health, dan satu prinsipal alat kesehatan.

Pada lini alat kesehatan own product, produk Stardec yang dipasarkan oleh entitas anak PT Djembatan Dua mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 34 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh perluasan portofolio melalui peluncuran Stardec DecaCare 5 Liter dan Stardec DecaFoam.

Pengembangan produk baru memberikan ruang bagi Perseroan untuk memperluas penggunaan produk Stardec sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis own product. Produk Stardec juga telah diekspor ke Kamboja dan Timor-Leste pada 2025, dengan rencana ekspor kembali pada 2026.

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Ibu Juliwaty, menambahkan pertumbuhan perseroan pada Semester I 2026 mencerminkan menguatnya posisi Medela Potentia dalam ekosistem kesehatan Indonesia.

“Pertumbuhan bisnis kesehatan di Indonesia memberikan peluang yang besar bagi perseroan untuk terus berkembang. Dengan ekosistem yang mencakup distribusi, alat kesehatan, manufaktur, dan digital, kami memiliki fondasi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menghadirkan solusi kesehatan yang holistik,” ujar Juliwaty.

Ekspansi Bisnis

Default Image

Perseroan terus memperkuat kapasitas infrastruktur untuk menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan distribusi produk kesehatan.

Perusahaan melaporkan, progres pembangunan gudang AAM Medan saat ini telah mencapai 95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Kehadiran fasilitas tersebut akan meningkatkan kapasitas Perseroan dalam melayani distribusi produk kesehatan di wilayah Sumatera.

Perseroan juga merencanakan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 pada 2027 yang akan difokuskan untuk kebutuhan cold storage. Fasilitas tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka 2.

Di sisi digital, lini bisnis GPOS B2B mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen, dengan pertumbuhan coverage mencapai 15 persen. GPOS B2B saat ini bekerja sama dengan 18 prinsipal dan mencakup 40 merek produk.

Implementasi teknologi AI Forecast juga membantu perseroan menekan tingkat out-of-stock menjadi di bawah 2 persen. Hal ini mendukung peningkatan efisiensi pengelolaan persediaan sekaligus menjaga ketersediaan produk dalam jaringan distribusi.

Pada aspek keberlanjutan, perseroan juga terus mengintegrasikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam operasional bisnis.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pemasangan panel surya berkapasitas 93,75 kWp DC di AAM Tangerang. Selain itu, Perseroan mendorong elektrifikasi armada dengan mengoperasikan total 107 kendaraan listrik, yang terdiri atas motor dan mobil, di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.

Pilih fokus ekspansi MDLA

Apakah penguatan infrastruktur perlu jadi fokus MDLA?

See More
Ya, perlu diprioritaskan
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak, bukan prioritas utama

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article