Kembangkan Bioetanol, Pertamina NRE Jajaki Kolaborasi dengan US Grains & BioProducts Council

- Pertamina NRE dan US Grains & BioProducts Council menandatangani kerja sama untuk pengembangan bioetanol di Indonesia, dengan fokus pada ketahanan dan keberlanjutan energi nasional.
- Kolaborasi mencakup studi bersama rantai pasok, pelatihan teknis, pertukaran ahli, serta strategi komunikasi publik guna mendukung implementasi bahan bakar campuran etanol seperti E10.
- Kemitraan ini menekankan pertukaran pengetahuan, adopsi teknologi, dan penguatan kapasitas domestik agar Indonesia siap mengembangkan ekosistem bahan bakar berbasis bio secara berkelanjutan.
Jakarta, FORTUNE - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melakukan kerja sama dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) untuk pengembangan bioethanol di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara kedua perusahaan pada Jumat (27/3).
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengatakan bioetanol merupakan titik temu antara ketahanan dan keberlanjutan energi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem bioetanol nasional, termasuk kontribusinya terhadap potensi implementasi bahan bakar campuran etanol E10 di Indonesia
"Kami ingin belajar lebih dalam dari pengalaman dan praktik terbaik internasional, khususnya dalam pengembangan ekosistem bioetanol, termasuk diversifikasi bahan baku, kerangka regulasi, serta penerapan bahan bakar campuran etanol domestik," ujar Oki dalam keterangan tertulis, Senin (6/4).
Dalam kerja sama ini, kedua pihak akan melakukan penjajakan dan studi bersama terkait penguatan rantai pasok dan infrastruktur bioetanol, termasuk aspek teknis, komersial, serta kesiapan regulasi. Selain itu, kolaborasi ini akan mencakup pelaksanaan pelatihan teknis, pertukaran ahli, hingga penyelenggaraan forum diskusi dan lokakarya, serta strategi komunikasi publik dalam mendukung implementasi bahan bakar berbasis campuran etanol.
Menurut Oki, kerja sama ini dapat mendorong pengembangan kapasitas domestik melalui adopsi teknologi, optimalisasi operasional, serta peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan produksi dan diversifikasi bahan baku bioetanol.
Chairman USGBC, Mark Wilson, menambahkan bahwa kemitraan ini berfokus pada aksi nyata melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kesiapan sistem. US Grains & BioProducts Council (USGBC) sendiri adalah organisasi nirlaba internasional yang mewakili produsen dan pemangku kepentingan industri biji-bijian serta produk bio berbasis pertanian.
USGBC berfokus pada pengembangan pasar melalui edukasi, advokasi, serta fasilitasi kerja sama dan pertukaran pengetahuan, termasuk penyediaan asistensi teknis, pelatihan, dan promosi praktik terbaik untuk mendukung pemanfaatan produk berbasis bio secara berkelanjutan.
"MoU ini bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi merupakan platform implementasi. Melalui kemitraan ini, kami akan berfokus pada pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis dan pengembangan pasar, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan bahan bakar berbasis etanol," ujar Mark.















