Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina Hulu Energi mengantongi kontrak kerja sama atau production sharing contract untuk Wilayah Kerja (WK) Lavender yang mencakup area offshore dan onshore Sulawesi Selatan serta offshore Sulawesi Tenggara.
Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, menjelaskan bahwa area Lavender merupakan wilayah kerja baru keenam yang ditandatangani oleh perusahaan. Langkah ini mencerminkan komitmen dan agresivitas perusahaan dalam memperluas portofolio eksplorasi guna memperoleh temuan serta cadangan minyak dan gas bumi baru di Indonesia.
"Langkah ini upaya dalam mendorong peningkatan investasi sektor energi, khususnya subsektor hulu migas, sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional," ujarnya dalam keterangan yang diterima FORTUNE Indonesia, Kamis (17/4).
WK Lavender diperoleh melalui mekanisme penawaran langsung Indonesia Petroleum Bidding Round (IPBR) tahap II 2025. Kontrak bagi hasil migas (PSC) untuk wilayah tersebut menggunakan skema cost recovery dengan masa berlaku 30 tahun.
Dalam kerja sama itu, PHE Sulawesi Lavender ditunjuk sebagai operator dengan luas wilayah mencapai 8.206,95 kilometer persegi
Nilai komitmen pasti dalam kontrak PSC WK Lavender sebesar US$2,8 juta. Jumlah ini pun direalisasikan dalam beberapa hal yakni: studi geologi dan geofisika, akuisisi seismik 2D sepanjang 100 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 200 kilometer persegi dalam tiga tahun pertama masa eksplorasi.
Sebelum penandatanganan kontrak, pihak kontraktor telah memenuhi seluruh kewajiban finansial, termasuk pembayaran bonus tanda tangan sebesar US$200 ribu dan penyerahan jaminan pelaksanaan kepada pemerintah melalui SKK Migas.
Adapun, kontrak kerja sama tersebut ditandatangani bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Jakarta pada 11 Februari 2026. Selanjutnya, dokumen itu diteken Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pada 17 Maret 2026 sebagai penanda dimulainya kegiatan eksplorasi migas di wilayah tersebut.
