Jakarta, FORTUNE – Tahun ajaran baru menjadi momentum pertumbuhan permintaan layanan logistik di sejumlah kota pendidikan. Lalamove Indonesia mencatat kenaikan pesanan layanan pindahan mahasiswa hingga 32,8 persen secara bulanan di Yogyakarta pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Selain Yogyakarta, Malang dan Semarang juga mencatat rekor jumlah pesanan tertinggi sepanjang Lalamove beroperasi di masing-masing kota. Lonjakan tersebut terjadi seiring meningkatnya mobilitas mahasiswa baru yang mulai menempati kos, asrama, dan hunian sewa di kota tujuan pendidikan.
Di Yogyakarta, rekor order tercatat pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026, dengan daerah Depok dan Mlati menjadi lokasi tujuan pengantaran dengan permintaan tertinggi.
Kondisi serupa terjadi di Malang. Pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, jumlah order selesai meningkat 31,9 persen secara bulanan sekaligus mencetak rekor tertinggi selama Lalamove beroperasi di kota tersebut. Merjosari dan Dinoyo menjadi dua lokasi tujuan dengan permintaan pengantaran tertinggi.
Sementara itu, Semarang mencatat rekor order pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Permintaan banyak mengarah ke Tembalang dan Gunungpati, dua kawasan yang berada di sekitar pusat aktivitas perguruan tinggi.
Peningkatan permintaan tersebut terutama berasal dari kebutuhan mahasiswa mengangkut barang pribadi dalam jumlah cukup besar saat berpindah tempat tinggal. Di Malang dan Semarang, kendaraan pick-up bak dan van menjadi armada yang paling banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan awal tahun ajaran menjadi salah satu periode ketika kebutuhan layanan pengiriman meningkat.
"Mahasiswa perlu membawa berbagai barang ke tempat tinggal barunya untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan perkuliahan," ujarnya, daam keterangan pers, Senin (31/8).
