Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pollux Hotels Group Andalkan Obligasi Rp500 M untuk Dukung Ekspansi
Dok. PT Pollux Hotels Group Tbk.
  • Pollux Hotels Group menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I 2025 senilai Rp500 miliar, terdiri dari Seri A Rp55 miliar dan Seri B Rp445 miliar, untuk memperkuat pendanaan.
  • Perseroan mengembangkan portofolio properti dan hospitality di sejumlah kota serta bekerja sama dengan Marriott International, menggabungkan pemahaman pasar lokal Pollux dengan jaringan dan standar global Marriott.
  • Pendapatan semester I 2026 turun 18,1% menjadi Rp297 miliar, tetapi laba bersih naik 1,4% menjadi Rp58,1 miliar; PEFINDO mempertahankan peringkat obligasi idAAA(cg).
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Pollux Hotels Group Tbk. memperkuat akses pendanaan melalui penerbitan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar. Instrumen tersebut menjadi salah satu sumber pembiayaan perseroan ketika Pollux mengembangkan portofolio properti dan hospitality, sekaligus memperluas kerja sama strategis dengan mitra internasional.

Obligasi itu terdiri atas dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp55 miliar dengan tingkat bunga tetap 5,85 persenper tahun dan tenor tiga tahun. Sementara itu, Seri B bernilai Rp445 miliar dengan kupon tetap 6,25 persen per tahun dan tenor lima tahun.

Meski demikian, penerbitan obligasi tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh dana tersebut dialokasikan untuk proyek ekspansi tertentu. Penggunaan dana tetap perlu merujuk pada dokumen penerbitan dan ketentuan yang ditetapkan perseroan.

Penerbitan obligasi juga berlangsung di tengah pengelolaan portofolio properti dan hospitality Pollux yang tersebar di sejumlah wilayah. Portofolio tersebut mencakup Pollux Meisterstadt di Batam, Pollux Amarsvati di Lombok, Pollux Technopolis di Karawang, serta Pollux Skysuites dan World Capital Tower di Jakarta.

Selain mengembangkan portofolio properti, Pollux juga memperluas kerja sama di sektor perhotelan melalui kolaborasi dengan Marriott International. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menggabungkan pemahaman Pollux terhadap karakter pasar lokal dengan jaringan dan standar global yang dimiliki Marriott.

Presiden Direktur Pollux Hotels Group, Handojo K. Setyadi, mengatakan pengalaman perseroan dalam mengelola hotel di Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang dapat dipadukan dengan jaringan internasional Marriott.

“Kami lihat Marriott International untuk di Indonesia saya kira sudah tidak kita ragukan lagi. Di lain sisi, kami Pollux Hotel Group juga sudah berjalan mengelola hotel selama ini. Kekuatan kami untuk market lokal dan pasar Indonesia, kami sangat menguasai,” ujar Handojo dalam keterangan pers dikutip Senin (14/9).

Menurut Handojo, sinergi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan Pollux dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun wisatawan internasional. Kolaborasi itu juga membuka peluang bagi perseroan untuk memperluas jangkauan bisnis hospitality dengan memanfaatkan jaringan global Marriott, sembari tetap mengandalkan pemahaman terhadap pasar Indonesia.

Namun, ekspansi dan akses pendanaan tersebut berlangsung ketika kinerja pendapatan Pollux masih menghadapi tekanan. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, pendapatan perseroan tercatat Rp297 miliar, turun 18,1 persen dibandingkan dengan Rp362,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan juga diikuti oleh penyusutan laba kotor sebesar 18,6 persen menjadi Rp140,5 miliar. Kendati demikian, EBITDA meningkat 1,9 persen menjadi Rp152,3 miliar. Laba bersih juga naik tipis 1,4 persen menjadi Rp58,1 miliar dari Rp57,3 miliar pada semester I 2025.

Per 30 Juni 2026, total aset Pollux berada di kisaran Rp4,15 triliun, dengan ekuitas sekitar Rp2,16 triliun. Utang jangka pendek tercatat sekitar Rp90,9 miliar, sedangkan utang jangka panjang mencapai Rp802,7 miliar.

Pada 2025, Pollux membukukan pendapatan Rp615,6 miliar, meningkat 26,5 persen dibandingkan dengan Rp486,6 miliar pada 2024. Laba bersih perseroan juga naik sekitar 97,5 persen menjadi Rp69,7 miliar dari Rp35,3 miliar. Perbaikan kinerja tahunan tersebut menjadi salah satu pijakan bagi perseroan dalam mengembangkan bisnis, meski perlambatan pendapatan pada paruh pertama 2026 tetap menjadi catatan.

Di tengah agenda ekspansi itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO mempertahankan peringkat idAAA(cg) untuk Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 Seri A dan Seri B. Penetapan tersebut berlaku untuk periode 7 Juli 2026 hingga 1 Juli 2027.

Peringkat idAAA(cg) merupakan level tertinggi dalam pemeringkatan PEFINDO dan mencerminkan kapasitas penerbit dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas instrumen utangnya. Dengan demikian, pemeringkatan tersebut lebih tepat dibaca sebagai penegasan terhadap kualitas kredit obligasi, bukan sebagai ukuran langsung atas pertumbuhan pendapatan atau keberhasilan ekspansi Pollux.

Handojo mengatakan, kembali dipertahankannya peringkat idAAA menjadi pencapaian penting bagi Pollux Hotels Group.

"Ini mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental dan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja serta memenuhi kewajiban finansial secara konsisten," ujarnya.

Ia juga berharap, pencapaian ini juga menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dan menjalankan pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article