Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Profil Danantara Sumberdaya Indonesia, Sah Jadi BUMN
Ilsutrasi logo Danantara Indonesia (danantaraindonesia.co.id)
  • PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan BUMN baru yang menjadi eksportir tunggal komoditas SDA strategis.

  • DSI dibentuk untuk memperkuat pengawasan ekspor, mencegah praktik curang seperti under invoicing, serta meningkatkan devisa negara.

  • Perusahaan dipimpin Luke Thomas Mahony dan akan beroperasi dalam dua fase hingga 2027.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Danantara Indonesia untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru sebagai eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.

Pembentukan BUMN tersebut usai Prabowo mengumumkan penerbitan peraturan pemerintah (PP) tentang tata kelola SDA strategis di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/05).

“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi. Kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal,” ungkap Prabowo.

BUMN yang dimaksud adalah PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang disingkat sebagai DSI. Perusahaan tersebut akan berperan sebagai eksportir tunggal SDA di Indonesia. 

Profil Danantara Sumberdaya Indonesia

DSI dibentuk khusus sebagai pengelola tunggal ekspor komoditas-komoditas SDA strategis yang ditetapkan negara. Ada tiga fokus komoditas SDA utama yang akan dikelola oleh DSI, yaitu batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy (paduan besi). 

Pembentukan DSI untuk memperkuat pengawasan ekspor dan mencegah praktik kecurangan dalam proses ekspor, seperti under invoicing dan underpricing. Selain itu, DSI diharapkan dapat meningkatkan devisa negara di sektor ekspor komoditas SDA.

Secara keseluruhan,Danantara Sumberdaya Indonesia berperan penting dalam mengonsolidasi data dan tata kelola ekspor komoditas SDA sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Selain itu, perusahaan mengemban sejumlah peran, seperti memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan serta menjaga stabilitas harga.

DSI sendiri akan beroperasi dalam dua fase utama. Mekanisme tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola ekspor nasional.

Fase pertama fokus pada verifikasi invoice jual beli dan menjadi perantara bagi pelaku pasar mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026. Fase kedua memprioritaskan pembelian komoditas langsung dan menjualnya ke pasar global mulai Januari 2027.

DSI sah menjadi BUMN

Pendirian DSI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026. DSI yang masih berstatus sebagai swasta nasional, kini sudah sah menjadi BUMN pada Senin (25/5)

Kepastian status tersebut disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Menurutnya, DSI kini telah resmi berstatus BUMN setelah memenuhi syarat kepemilikan saham negara.

“Hari ini kan sudah menjadi BUMN kan, karena kan prosesnya harus ada 1% saham milik negara kan dengan kuasa khusus. Hari ini sudah menjadi BUMN ya,” ujar Dony Oskaria, Senin (25/5/2026).

Dokumen pembentukan PT DSI mencatatkan alamat kantor yang sama dengan Danantara Indonesia, yaitu Wisma Danantara di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 36-38, Jakarta Selatan.

Meski sudah resmi menjadi BUMN, Dony mengatakan mekanisme teknis ekspor melalui DSI masih dalam tahap penyusunan akhir. Pemerintah akan mengumumkan detail skema operasional setelah seluruh proses finalisasi selesai.

“Yang pasti sudah menjadi BUMN, kemudian nanti detailnya akan disampaikan,” jelas Dony.

Sebelumnya, pemerintah juga menyebut implementasi penuh kebijakan ekspor lewat DSI akan berlaku mulai 1 Januari 2027 secara bertahap.

Struktur kepemilikan Danantara Sumberdaya Indonesia

Berdasarkan struktur kepemilikan sahamnya, DSI dimiliki oleh pemerintah melalui BPI Danantara dan Danantara Mitra Sinergi. Berikut rinciannya.

  • PT Danantara Investment Management (Persero): pemegang saham seri A dengan 99 lembar saham atau senilai Rp24,75 juta.

  • PT Danantara Mitra Sinergi: pemegang 1 lembar saham seri B atau senilai Rp250 ribu.

DSI dipimpin oleh Luke Thomas Mahony

DSI akan dipimpin oleh Luke Thomas Mahony selaku Direktur Utama, seorang warga negara Australia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO). 

Selain itu, Harold Jonathan Dharma TJ didapuk sebagai Komisaris PT DSI. Harold pernah menjabat sebagai Direktur PT Mandiri Sekuritas.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani memastikan pengumuman resmi akan dilakukan ketika seluruh jajaran direksi sudah ditentukan. 

FAQ seputar profil Danantara Sumberdaya Indonesia

Apa itu PT Danantara Sumberdaya Indonesia?

DSI didirikan sebagai BUMN yang disiapkan pemerintah untuk menjadi eksportir tunggal komoditas strategis nasional, seperti minyak kelapa sawit (sawit), batu bara, dan ferro alloy.

Siapa pemilik PT Danantara Sumberdaya Indonesia?

Mayoritas saham perusahaan dipegang oleh PT Danantara Investment Management (99 persen), yang berada di bawah ekosistem lembaga pengelola investasi nasional.

Siapa pemimpin PT Danantara Sumberdaya Indonesia?

Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT DSI.

Editorial Team

Related Article