Jakarta, FORTUNE - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,3 triliun pada semester I 2026, meningkat 58,8 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp2,1 triliun.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pengakuan penjualan akuntansi dari bisnis kawasan industri. Segmen properti mencatat pertumbuhan tertinggi dengan pendapatan mencapai Rp1,26 triliun, meningkat 274,1 persen (YoY).
Penjualan segmen konstruksi stabil di kisaran Rp1,7 triliun, serupa dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, segmen perhotelan membukukan pendapatan Rp471,1 miliar, meningkat 118,6 persen (YoY).
SSIA mencatat laba bruto sebesar Rp1,08 triliun pada semester I 2026. Segmen properti berkontribusi sebesar Rp612,3 miliar, meningkat signifikan 315,4 persen (YoY).
Laba bruto segmen perhotelan juga meningkat 159,2 persen (YoY) menjadi Rp279,4 miliar, sedangkan segmen konstruksi mencatat kenaikan 11,4 persen (YoY) menjadi Rp204,8 miliar.
Selaras dengan itu, SSIA juga membukukan ekspansi margin di seluruh segmen usaha melalui eksekusi operasional. EBITDA konsolidasi pada paruh pertama 2026 mencapai Rp692,5 miliar, dengan margin EBITDA sebesar 20,7 persen, meningkat dibandingkan EBITDA Rp106,0 miliar dan margin EBITDA 5,0 persen pada semester-I 2025.
Segmen properti memimpin perbaikan tersebut dengan margin EBITDA 42,9 persen, dibandingkan 14,5 persen pada paruh I 2025. Segmen perhotelan juga kembali mencatat EBITDA positif pada semester I 2026 dengan margin EBITDA 9,7 persen, dibandingkan margin EBITDA negatif pada tahun sebelumnya.
Pemulihan tersebut terutama didorong oleh peningkatan jumlah malam kamar terjual (room nights) dan kenaikan rata-rata tarif kamar (ARR) di Paradisus by Meliá Bali yang didukung oleh paket all-inclusive. Segmen konstruksi juga meningkatkan margin EBITDA menjadi 8,2 persen dari 7,3 persen pada semester-I 2025.
Sejalan dengan itu, SSIA mencatat laba bersih sebesar Rp262,6 miliar pada semester I 2026, terutama didukung oleh kinerja kuat segmen properti. Segmen properti membukukan laba bersih sebesar Rp459,3 miliar, dibandingkan Rp44,9 miliar pada periode serupa di 2025.
Segmen konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan laba bersih 21,1 persen (YoY) menjadi Rp93,2 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp83,8 miliar, namun membaik 20,3 persen dibandingkan rugi bersih sebesar Rp105,1 miliar pada paruh pertama 2025.
Posisi kas perseroan pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp1,09 triliun, turun 4,2 persen (YoY) dibandingkan Rp1.14 triliun pada kuartal I 2026. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya pembayaran bunga atas renovasi Paradisus by Meliá Bali dan biaya pengembangan lahan.
