Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ditopang Segmen Properti, SSIA Raup Laba Bersih Rp262,6 M di Semester I
Kawasan industri Suryacipta Sedaya milik PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Dok. Suryacipta)
  • SSIA membukukan pendapatan konsolidasi Rp3,3 triliun pada semester-I 2026, meningkat 58,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
  • Pertumbuhan pendapatan terutama didorong pengakuan penjualan akuntansi bisnis kawasan industri, dengan segmen properti mencatat pertumbuhan tertinggi.
  • EBITDA konsolidasi mencapai Rp692,5 miliar dan laba bersih Rp262,6 miliar, sementara posisi kas tercatat Rp1,09 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, segmen SSIA mana yang paling menonjol?
Vote Now
semester-I 2025

SSIA mencatat pendapatan Rp2,1 triliun dan EBITDA Rp106,0 miliar dengan margin EBITDA 5,0 persen. Segmen perhotelan mencatat margin EBITDA negatif.

semester-I 2026

SSIA membukukan pendapatan Rp3,3 triliun, EBITDA Rp692,5 miliar, dan laba bersih Rp262,6 miliar. Segmen properti mencatat pertumbuhan pendapatan tertinggi dan mendukung kinerja perseroan.

kuartal-I 2026

Posisi kas semester-I 2026 dibandingkan dengan Rp1.14 triliun pada kuartal-I 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, segmen SSIA mana yang paling menonjol?
Vote Now
  • What?
    SSIA membukukan pendapatan konsolidasi Rp3,3 triliun, EBITDA Rp692,5 miliar, dan laba bersih Rp262,6 miliar pada semester-I 2026.
  • Who?
    PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), melalui segmen properti, konstruksi, dan perhotelan.
  • Where?
    Belum ada keterangan resmi mengenai lokasi pencatatan kinerja konsolidasi tersebut.
  • When?
    Semester-I 2026, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
  • Why?
    Pertumbuhan terutama didorong oleh pengakuan penjualan akuntansi dari bisnis kawasan industri dan kinerja kuat segmen properti.
  • How?
    SSIA melakukan ekspansi margin melalui eksekusi operasional; pemulihan perhotelan didorong peningkatan room nights dan ARR di Paradisus by Meliá Bali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, segmen SSIA mana yang paling menonjol?
Vote Now

Aku tahu SSIA mendapat uang Rp3,3 triliun pada semester-I 2026. Uangnya bertambah dari tahun lalu. Bagian properti bertambah paling banyak. Bagian hotel juga mendapat lebih banyak uang. SSIA juga punya laba bersih Rp262,6 miliar. Uang kasnya sekarang Rp1,09 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, segmen SSIA mana yang paling menonjol?
Vote Now

Kinerja segmen properti memberi dorongan kuat terhadap pendapatan, laba bruto, EBITDA, dan laba bersih SSIA pada semester-I 2026. Perbaikan margin juga terjadi di seluruh segmen usaha, termasuk perhotelan yang kembali mencatat EBITDA positif. Segmen konstruksi turut memperlihatkan kenaikan laba bersih dan margin EBITDA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, segmen SSIA mana yang paling menonjol?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,3 triliun pada semester I 2026, meningkat 58,8 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp2,1 triliun.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pengakuan penjualan akuntansi dari bisnis kawasan industri. Segmen properti mencatat pertumbuhan tertinggi dengan pendapatan mencapai Rp1,26 triliun, meningkat 274,1 persen (YoY).

Penjualan segmen konstruksi stabil di kisaran Rp1,7 triliun, serupa dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, segmen perhotelan membukukan pendapatan Rp471,1 miliar, meningkat 118,6 persen (YoY).

SSIA mencatat laba bruto sebesar Rp1,08 triliun pada semester I 2026. Segmen properti berkontribusi sebesar Rp612,3 miliar, meningkat signifikan 315,4 persen (YoY).

Laba bruto segmen perhotelan juga meningkat 159,2 persen (YoY) menjadi Rp279,4 miliar, sedangkan segmen konstruksi mencatat kenaikan 11,4 persen (YoY) menjadi Rp204,8 miliar.

Selaras dengan itu, SSIA juga membukukan ekspansi margin di seluruh segmen usaha melalui eksekusi operasional. EBITDA konsolidasi pada paruh pertama 2026 mencapai Rp692,5 miliar, dengan margin EBITDA sebesar 20,7 persen, meningkat dibandingkan EBITDA Rp106,0 miliar dan margin EBITDA 5,0 persen pada semester-I 2025.

Segmen properti memimpin perbaikan tersebut dengan margin EBITDA 42,9 persen, dibandingkan 14,5 persen pada paruh I 2025. Segmen perhotelan juga kembali mencatat EBITDA positif pada semester I 2026 dengan margin EBITDA 9,7 persen, dibandingkan margin EBITDA negatif pada tahun sebelumnya.

Pemulihan tersebut terutama didorong oleh peningkatan jumlah malam kamar terjual (room nights) dan kenaikan rata-rata tarif kamar (ARR) di Paradisus by Meliá Bali yang didukung oleh paket all-inclusive. Segmen konstruksi juga meningkatkan margin EBITDA menjadi 8,2 persen dari 7,3 persen pada semester-I 2025.

Sejalan dengan itu, SSIA mencatat laba bersih sebesar Rp262,6 miliar pada semester I 2026, terutama didukung oleh kinerja kuat segmen properti. Segmen properti membukukan laba bersih sebesar Rp459,3 miliar, dibandingkan Rp44,9 miliar pada periode serupa di 2025.

Segmen konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan laba bersih 21,1 persen (YoY) menjadi Rp93,2 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp83,8 miliar, namun membaik 20,3 persen dibandingkan rugi bersih sebesar Rp105,1 miliar pada paruh pertama 2025.

Posisi kas perseroan pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp1,09 triliun, turun 4,2 persen (YoY) dibandingkan Rp1.14 triliun pada kuartal I 2026. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya pembayaran bunga atas renovasi Paradisus by Meliá Bali dan biaya pengembangan lahan.

Pilih segmen SSIA yang paling menonjol

Menurutmu, segmen SSIA mana yang paling menonjol?

See More
Segmen properti
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Segmen perhotelan

Curated For You

Topics

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article