Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

32 Tahun Hatten Bali, Perkuat Bisnis Lewat The Cellardoor Jakarta

32 Tahun Hatten Bali, Perkuat Bisnis Lewat The Cellardoor Jakarta
Pembukaan The Cellardoor Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026/Dok. PT Hatten Bali Tbk
Intinya Sih
  • Hatten Bali membuka kembali The Cellardoor Jakarta pada 29 Juli 2026 sebagai kanal direct-to-consumer, ruang edukasi, wine tasting, konsultasi, dan eksplorasi seluruh portofolio produknya.
  • Perseroan meluncurkan Two Islands Fine Tawny, fortified wine pertama lini Two Islands, berbahan anggur premium South Australia yang dimatangkan lima tahun sebelum diproses di Bali.
  • Pendapatan Hatten Bali 2025 naik 0,6% menjadi Rp285,8 miliar, tetapi laba bersih turun 11,8% menjadi Rp39,5 miliar; laba kuartal I 2026 juga menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Hatten Bali Tbk (WINE) memanfaatkan momentum perayaan 32 tahun kiprahnya di industri wine nasional untuk memperkuat strategi bisnis berbasis pengalaman konsumen. Emiten produsen wine asal Bali tersebut membuka kembali The Cellardoor Jakarta sebagai kanal direct-to-consumer sekaligus meluncurkan produk baru Two Islands Fine Tawny.

Strategi tersebut ditempuh di tengah kinerja perseroan yang relatif stabil. Sepanjang 2025, Hatten Bali membukukan pendapatan sebesar Rp285,8 miliar atau naik sekitar 0,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, laba bersih turun sekitar 11,8 persen menjadi Rp39,5 miliar. Memasuki 2026, pendapatan pada kuartal I meningkat menjadi Rp58,2 miliar dari Rp57,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih tercatat Rp5,3 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp8 miliar pada kuartal I 2025.

President Director PT Hatten Bali Tbk, Ida Bagus Rai Budarsa, mengatakan pengembangan portofolio premium dan perluasan akses pasar menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan, sekaligus langkah inovasi dan adaptasi dengan perubahan gaya hidup konsumen selama lebih dari tiga dekade.

"Melalui The Cellardoor Jakarta, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan seluruh portofolio kami, sementara Fine Tawny menjadi bukti komitmen kami untuk terus memperkaya pilihan wine berkualitas bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri wine dunia," ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (4/8).

The Cellardoor Jakarta resmi dibuka pada 29 Juli 2026, pusat pengalaman resmi Hatten Bali itu sempat berhenti beroperasi selama lima tahun. Berbeda dengan gerai ritel pada umumnya, fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus pusat pengalaman bagi konsumen. Pengunjung dapat mengikuti sesi wine tasting, berkonsultasi dengan tim Hatten Bali, hingga mengeksplorasi seluruh portofolio perusahaan, mulai dari Hatten Wines, Two Islands Wines, Two Islands Reserve, Dragonfly Wines, hingga Arak & Brem Bali Dewi Sri.

Perseroan menilai pembukaan kembali The Cellardoor Jakarta sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya wine, praktik wine pairing, serta produk lokal premium. Selain menjadi tempat pembelian, fasilitas tersebut juga dirancang agar pengunjung dapat memahami proses pembuatan hingga filosofi di balik setiap label wine, baik bagi pemula maupun penikmat wine berpengalaman.

Head Winemaker PT Hatten Bali Tbk, James Kalleske, mengatakan sebagai bagian dari pengembangan portofolio produk, Hatten Bali meluncurkan Two Islands Fine Tawny, Port-Style Wine yang terinspirasi dari tradisi fortified wine Australia. Produk baru ini dibuat menggunakan anggur premium dari South Australia yang dimatangkan selama lima tahun dengan metode tradisional Solera sebelum melalui proses divinifikasi di Bali.

Sebagai fortified wine pertama dalam lini Two Islands Wines, Fine Tawny memadukan varietas Shiraz, Grenache, Tempranillo, dan Muscat yang menghasilkan cita rasa karamel, buah kering, kacang panggang, kulit jeruk, cokelat, serta rempah-rempah. Karakter tersebut diperkaya dengan penggunaan house-made brandy yang diproduksi dan dimatangkan di kilang Hatten di Sanur.

"Kami berharap setiap gelas Fine Tawny tidak hanya menawarkan cita rasa yang kaya, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati wine yang lebih bermakna," kata James.

Saat ini, Hatten Bali membawahi empat merek, yaitu Hatten Wines yang menggunakan anggur lokal Bali, Two Islands Wines yang memanfaatkan anggur premium asal Australia dan diproduksi di Bali, Two Islands Reserve yang berfokus pada koleksi single vineyard dan small batch premium, serta Dragonfly Wines yang menyasar segmen wine manis untuk konsumsi sehari-hari.

Sejak memperkenalkan wine lokal pertama di Indonesia lebih dari tiga dekade lalu, perusahaan menyatakan terus mengembangkan bisnis dengan berpegang pada tiga nilai utama, yakni Pioneer, Innovation, dan Legacy.

Didirikan pada 1994 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada Januari 2023, Hatten Bali mengelola sekitar 60 hektare kebun anggur di Singaraja dan bermitra dengan petani lokal untuk memasok bahan baku. Perseroan juga memiliki kebun riset seluas 12 hektare yang digunakan untuk pengembangan varietas anggur internasional. Sejumlah penghargaan internasional telah diraih perusahaan, antara lain Winery of the Year 2017 dari Asian Wine Review serta Southeast Asia Wine Pioneer Award yang diberikan kepada pendirinya, Ida Bagus Rai Budarsa.

DSCF7153.JPG
Dok. PT Hatten Bali Tbk
Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More