Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
PTPP Tuntaskan Pembangunan 69 SPPG dengan Nilai Kontrak Rp507 M
Ilustrasi SPPG di Kabupaten Majalengka (inin nastain/IDN Times/

Jakarta, FORTUNE – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi, telah menyelesaikan proyek pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Tahun Anggaran 2025. Proyek ini merupakan bagian dari dukungan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp507,80 miliar tersebut diselesaikan dalam waktu 37 hari kalender, terhitung sejak 25 November 2025, dengan capaian progres mencapai 100 persen.

Proyek ini mencakup pembangunan 69 titik lokasi yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Pembangunan fasilitas SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan menyediakan fasilitas produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien.

Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya

anak-anak dan kelompok rentan, sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan stunting, meningkatkan konsentrasi serta prestasi belajar, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Dalam pelaksanaannya, PTPP menggunakan berbagai inovasi guna mempercepat proses pengerjaan. Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah penggunaan sistem konstruksi modular, yang memungkinkan percepatan pembangunan di berbagai lokasi secara simultan.

Selain itu, PTPP mengimplementasikan dashboard monitoring progress berbasis digital yang terintegrasi. Sistem ini mampu meng-generate berbagai informasi penting secara real-time, mulai dari progres di setiap titik lokasi, monitoring pengiriman material, data personel lapangan, jumlah tenaga kerja,

laporan harian, hingga dokumentasi perkembangan proyek di lapangan.

Dengan cakupan wilayahnya yang luas dan tersebar, perseroan memerlukan strategi manajemen proyek yang adaptif, koordinasi lintas wilayah yang kuat, serta pengendalian mutu yang konsisten di setiap titik pembangunan.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengatakan keberhasilan ini membuktikan perusahaan dalam mengerjakan proyek berskala besar dengan waktu terbatas.

“PTPP berkontribusi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Proyek ini sejalan dengan prioritas nasional Asta Cita, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas SDM serta pembangunan yang inklusif dan merata,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4).

Pembangunan SPPG diharapkan memberi multiplier effect bagi perekonomian lokal, melalui penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan permintaan bahan pangan dari petani dan pelaku usaha setempat. “Penyelesaian proyek dalam waktu singkat didukung oleh sinergi seluruh pihak serta penerapan inovasi konstruksi dan digitalisasi,” ujar Joko.

Ke depan, PTPP akan terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

Editorial Team

EditorEkarina .