Dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo mengatakan PT DSI dibentuk sebagai instrumen pemerintah untuk mengonsolidasikan ekspor komoditas strategis. Perusahaan tersebut diumumkan pada 20 Mei 2026 dan mulai beroperasi sejak 1 Juli 2026.
"Kita harapkan nanti 1 September 2026 implementasi penuh. Kemudian proses ini semua akan membuat kita benar-benar paham benar ke mana uang kita," ujar Prabowo.
Presiden juga menyampaikan laporan yang diterimanya menunjukkan PT DSI telah mengelola devisa sebesar 10,5 miliar dolar AS dalam sekitar satu setengah bulan operasional.
"Saya dapat laporan dari saudara Rosan, CEO Danantara, bahwa baru satu bulan dua minggu bekerja, PT DSI beroperasi sudah mengelola devisa 10,5 miliar dolar AS," ujarnya.
Selain itu, Prabowo mengatakan penerapan DSI mulai mengurangi selisih harga komoditas Indonesia dan pasar internasional. Sebelumnya, selisih harga tersebut mencapai 30–40 persen.
Ia menegaskan pemerintah akan mencabut izin pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan baru terkait tata kelola ekspor.
“Kalau meneruskan praktik ini, semua izin dicabut. Saya tidak pandang bulu. Kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh kepada hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Prabowo.
Pemerintah akan menerapkan kebijakan tersebut secara bertahap hingga seluruh transaksi ekspor komoditas strategis terintegrasi ke dalam sistem DSI sesuai jadwal.
Kapan ekspor satu pintu melalui DSI berlaku penuh? | Pemerintah menargetkan implementasi penuh dimulai pada 1 September 2026. |
Apa tujuan pembentukan PT DSI? | PT DSI dibentuk untuk meningkatkan pengawasan ekspor dan mendeteksi praktik under-invoicing serta transfer pricing. |
Apa yang berubah pada Januari 2027? | Seluruh transaksi ekspor komoditas strategis utama dilakukan penuh melalui PT DSI dan didukung platform digital terintegrasi. |