Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Strategi TLKM 30: Telkom Dorong Penguatan Fundamental & Tata Kelola
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, dan Direktur Human Capital Management Willy Saelan, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, dan SVP Group Sustaibility & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3) (dok. Telkom)
  • Telkom meluncurkan strategi transformasi TLKM 30 untuk memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, dan efisiensi operasional menuju target jangka menengah hingga 2030.

  • Program ini mencakup restrukturisasi anak usaha, pembentukan strategic holding, serta penataan portofolio agar fokus pada core business di sektor telekomunikasi dan digital.

  • Implementasi awal terlihat dari pembentukan FiberCo melalui spin-off aset infrastruktur fiber dan rencana optimalisasi nilai bisnis data center serta tower melalui NeutraDC dan Mitratel.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Telkom meluncurkan strategi transformasi TLKM 30 untuk memperkuat fundamental bisnis, tata kelola perusahaan, serta efisiensi operasional melalui restrukturisasi anak usaha dan pembentukan strategic holding hingga tahun 2030.
  • Who?
    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama jajaran direksi, termasuk Direktur Utama Dian Siswarini, serta beberapa direktur lainnya seperti Andy Kelana, Budi Satria Dharma Purba, Faizal Rochmad Djoemadi, dan Willy Saelan.
  • Where?
    Kegiatan pemaparan strategi dilakukan di Jakarta dalam agenda TelkomGroup Business Update yang dihadiri oleh jajaran manajemen Telkom.
  • When?
    Pemaparan disampaikan pada Jumat, 6 Maret, dengan implementasi transformasi telah dimulai sejak pertengahan tahun sebelumnya dan ditargetkan berjalan hingga tahun 2030.
  • Why?
    Transformasi dilakukan untuk meningkatkan daya saing global Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan masyarakat.
  • How?
    Penerapan dilakukan melalui penataan portofolio bisnis, spin-off aset infrastruktur menjadi entitas baru seperti InfraNexia, divestasi unit non-core seperti AdMedika, serta penguatan empat pilar utama bisnis TelkomGroup
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Transformasi TLKM 30 merupakan agenda reformasi menyeluruh yang dijalankan Telkom sebagai upaya untuk terus memperkuat fundamental bisnis. Tahun 2026 menjadi momentum eksekusi bagi Telkom dalam membuktikan implementasi strategi tersebut, yang mencakup penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), restrukturisasi dan streamlining anak usaha, serta pembentukan strategic holding guna mendorong operational excellence dan unlocking value dari aset yang dimiliki TelkomGroup.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3). Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, dan Direktur Human Capital Management Willy Saelan.

TLKM 30 dirancang sebagai strategi transformasi jangka menengah hingga tahun 2030 untuk meningkatkan kinerja sekaligus daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global. Melalui inisiatif ini, Telkom melakukan penataan portofolio bisnis secara lebih terarah serta memperkuat praktik tata kelola perusahaan agar setiap lini bisnis dapat berkembang optimal dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan. Transformasi TLKM 30 juga sejalan dengan agenda total governance reset pada pengelolaan BUMN yang didorong oleh misi Danantara, dengan menekankan penguatan praktik tata kelola yang transparan, prudent, serta disiplin dalam pengelolaan aset perusahaan. Upaya tersebut mencakup normalisasi dan peningkatan kualitas aset, praktik pengeluaran yang akuntabel, serta penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan semakin akurat dan wajar.

Buka potensi nilai dari aset infrastruktur, termasuk bisnis data center & tower

(Kiri ke kanan) Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3) (dok. Telkom)

Dalam implementasinya, Telkom mendorong peningkatan operational excellence melalui penguatan disiplin, perbaikan proses bisnis, serta pengelolaan alokasi modal yang lebih efisien. Hal ini juga didukung oleh transformasi budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja dan penciptaan nilai. Langkah-langkah tersebut mengakselerasi efisiensi pengelolaan sumber daya sehingga fundamental bisnis Telkom semakin solid utamanya di tengah tantangan ketidakpastian global dan kebutuhan akan kemandirian infrastruktur digital. Sebagai perusahaan yang dual listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom juga senantiasa memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia maupun di Amerika Serikat.

Sejumlah progres transformasi mulai terlihat sejak implementasi TLKM 30 pada pertengahan tahun lalu. Salah satunya adalah pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia sebagai langkah pertama unlocking value pada bisnis infrastruktur digital. InfraNexia akan fokus mengembangkan bisnis fiber sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, entitas ini diharapkan menjadi salah satu engine of growth baru bagi TelkomGroup. Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis untuk membuka potensi nilai dari aset infrastruktur lainnya, termasuk bisnis data center dan tower melalui NeutraDC dan Mitratel.

Perkuat 4 pilar: B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, dan International Business

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3) (dok. Telkom)

Sebagai bagian dari langkah transformasi, Telkom juga menjalankan streamlining melalui penataan portofolio entitas usaha di lingkup TelkomGroup. Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai entitas anak usaha guna memastikan fokus pada core business di sektor telekomunikasi dan digital, sekaligus menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien. Implementasi awal dari upaya streamlining tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah dilakukan oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) menuju divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anak usahanya TelkoMedika yang bergerak di bidang third party administrator pada sektor kesehatan sebagai bentuk penataan portofolio bisnis non-core di TelkomGroup. Pada saat yang sama, Telkom turut memperkuat peran perusahaan sebagai strategic holding. Dalam model ini, Telkom berfokus pada fungsi value creation dan governance oversight, sementara operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama pada masing-masing lini usaha.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan, TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan perusahaan ke depan, yakni B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, serta International Business. Melalui struktur ini, Telkom berupaya memastikan setiap lini bisnis memiliki fokus yang lebih tajam sekaligus mampu bergerak lebih lincah dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia.

“TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham, melalui peningkatan nilai dan dividen. Pada saat yang sama, dengan dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” tutup Dian. (WEB)

Editorial Team