Teknologi Karya (TRON) Ekspansi Ke Ekosistem Kendaraan Listrik

- TRON (Teknologi Karya Digital Nusa Tbk) akan ekspansi ke ekosistem kendaraan listrik, termasuk pengembangan stasiun pengisian dan penukaran baterai.
- Perseroan mengusulkan penambahan dua klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia terkait aktivitas stasiun penukaran baterai dan pengisian kendaraan listrik umum.
- Hasil kelayakan finansial menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp357,49 miliar, Internal Rate of Return (IRR) 48,9 persen, dan periode pengembalian modal selama 3 tahun 11 bulan.
Jakarta, FORTUNE - PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) mau memperluas portofolio bisnis ke ekosistem kendaraan listrik,mencakup pengembangan stasiun pengisian dan penukaran baterai kendaraan listrik.
Corporate Secretary TRON, Wendi mengatakan ekspansi ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan infrastruktur kendaraan listrik serta dukungan kebijakan pemerintah. Perusahaan juga dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi terkait solusi teknologi transportasi yang dapat disinergikan dengan lini usaha baru tersebut.
"Ini tuurt mendukung penguatan sinergi dengan kegiatan usaha perseroan di bidang teknologi transportasi dan inovasi digital," ujar dia dalam keterangan resmi di BEI, Jumat (9/1).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, perseroan akan meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Februari 2026.
TRON mengusulkan penambahan dua klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), yakni KBLI 35132 terkait aktivitas Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan KBLI 35133 untuk pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Perseroan telah melakukan berbagai kajian yang mencakup aspek pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, dan keuangan. Hasilnya penambahan kegiatan usaha pada KBLI 35132 dan 35133, dinyatakan layak untuk dijalankan.
Sedangkan terkait hasil kelayakan secara finansial, bisnis baru tersebut diprediksi memiliki nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp357,49 miliar, Internal Rate of Return (IRR) 48,9 persen, Profitability Index (PI) 5,51, serta periode pengembalian modal selama 3 tahun 11 bulan.
Perseroan juga menyatakan kesiapan sumber daya manusia dan manajemen, termasuk strategi pelatihan dan mitigasi risiko operasional.
"Dengan demikian, secara proyeksi keuangan, kegiatan usaha baru berpotensi memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan sesuai asumsi dan proyeksi yang digunakan dalam studi kelayakan," ujarnya.
Sebelumnya perseroan menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT INAKO Kreta Udhaya (INAKO) pada 29 Desember 2025. Melalui MoU ini, terdapat potensi pengadaan kendaraan listrik secara indikatif sekitar 2.000 unit, serta ruang lingkup kegiatan yang mencakup mulai dari uji teknis/pilot project hingga model operasional.
















