Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Unilever Rampungkan Divestasi Bisnis Teh Sariwangi
Teh Sariwangi. (Shutterstock/Mimpi photography)
  • Unilever Indonesia resmi menyelesaikan penjualan bisnis teh Sariwangi senilai Rp1,5 triliun kepada PT Savoria Kreasi Rasa, bagian dari Grup Djarum, pada awal Maret 2026.
  • Transaksi ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun kelangsungan usaha, namun memungkinkan Unilever merealisasikan nilai investasinya dan fokus pada bisnis inti yang tersisa.
  • Sepanjang 2025, Unilever mencatat penjualan bersih Rp31,9 triliun dan laba bersih operasi berlanjut Rp3,5 triliun, menunjukkan pertumbuhan solid serta peningkatan profitabilitas yang signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyelesaikan penjualan bisnis teh Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, entitas usaha Grup Djarum, senilai Rp1,5 triliun,sesuai dengan ketentuan Perjanjian Pengalihan Bisnis terkait dengan Jual Beli Bisnis “Sariwangi” pada 6 Januari 2026.

Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Mario Abdi Amrillah mengatakan pada 2 Maret 2026, perseroan telah menandatangani seluruh dokumen yang diperlukan secara hukum dan kontraktual demi penyelesaian transaksi.

“Perseroan juga telah menerima pembayaran secara penuh dari Pembeli sehubungan dengan penjualan bisnis teh Sariwangi dan transaksi tersebut,” kata Mario dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/3).

Menurutnya, transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan. Penjualan bisnis teh Sariwangi tersebut memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek.

“Perseroan juga akan berfokus pada bisnis inti yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” katanya.

Unilever Indonesia membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan melaporkan penjualan bersih dari operasi yang masih berjalan—tidak termasuk bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi—sebesar Rp31,9 triliun, tumbuh 4,3 persen secara tahunan. Sementara, laba bersih dari operasi berlanjut mencapai Rp3,5 triliun, melonjak 21,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, margin laba bruto operasi berlanjut tercatat 46,9 persen, turun 60 basis poin akibat meningkatnya biaya transformasi. Namun, di luar biaya tersebut, margin laba bruto justru naik 46 basis poin.

Laba sebelum pajak UNVR meningkat menjadi 14,1 persen, atau naik 183 basis poin secara tahunan. Sementara jika dikecualikan biaya transformasi, margin laba sebelum pajak mencapai 16,3 persen. Arus kas bebas (free cash flow) melonjak menjadi Rp4,9 triliun, 1,7 kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya, dengan posisi utang nol. Dengan memperhitungkan hasil operasi yang dihentikan serta laba bersih penjualan bisnis es krim, laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp7,6 triliun.

Presiden Direktur Benjie Yap mengungkapkan, hasil tersebut menandai penguatan berkelanjutan dari momentum pemulihan. “Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang nyata, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas,” ujarnya.

Menurutnya, capaian ini memperkuat keyakinan perseroan berada di jalur yang tepat untuk membangun bisnis yang lebih kompetitif, tangguh, dan siap bertumbuh secara bertanggung jawab dalam jangka panjang.

Editorial Team

EditorEkarina .