Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Yum! Brands Jual Pizza Hut Rp48 T ke LongRange dan Yum China Holdings
Ilustrasi: logo Pizza Hut. (Dok. 123RF)
  • Yum! Brands menjual bisnis global Pizza Hut senilai US$2,7 miliar kepada LongRange Capital dan Yum China Holdings setelah menyelesaikan kajian strategis sejak November 2025.
  • Perusahaan akan menerima dana bersih sekitar US$2,3 miliar dan menyiapkan program pembelian kembali saham senilai US$4 miliar untuk memperkuat strategi alokasi modal serta pengembalian bagi pemegang saham.
  • Yum! tetap bermitra dengan Yum China untuk ekspansi Taco Bell di Cina dan menyediakan layanan teknologi Byte by Yum! bagi Pizza Hut Ex-Cina selama masa transisi hingga kuartal III 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Yum! Brands, pemilik sejumlah jaringan waralaba restoran cepat saji, resmi menandatangani perjanjian definitif penjualan bisnis Pizza Hut senilai total US$2,7 miliar atau sekitar Rp48 triliun (asumsi kurs Rp17.853 per dolar AS). Aksi korporasi ini dilakukan setelah perusahaan merampungkan kajian strategis penjualan merek Pizza Hut sejak November 2025.

Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital akan mengakuisisi bisnis Pizza Hut di luar Cina daratan dengan nilai US$1,5 miliar. Sementara itu, Yum China Holdings, Inc akan membeli operasional Pizza Hut di Cina daratan senilai US$1,2 miliar.

ManajemenYum! Brands menilai penjualan tersebut merupakan opsi terbaik untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memberikan struktur kepemilikan yang lebih sesuai dengan karakteristik pasar, keunggulan kompetitif, dan prioritas jangka panjang Pizza Hut di masing-masing wilayah.

Chief Executive Officer Yum! Brands, Chris Turner, mengatakan transaksi tersebut akan membuat Yum! menjadi perusahaan yang lebih fokus dalam menjalankan strategi pertumbuhan.

“Di bawah kepemilikan LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada pada posisi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan di masa depan, dengan dukungan pemilik yang memiliki pengalaman dan keahlian mendalam di industri restoran," ujar Chief Executive Officer Yum! Brands, Chris Turner dalam keterangan resmi perusahaan dikutip Kamis (18/6).

Fokus pada Pertumbuhan

Yum! memperkirakan akan menerima dana bersih sekitar US$2,3 miliar setelah memperhitungkan pajak, penyesuaian setelah penutupan transaksi, dan biaya terkait transaksi. Nilai tersebut belum termasuk potensi tambahan pembayaran (earn-out) sebesar US$75 juta yang dapat diterima dari LongRange Capital hingga 2030.

Di sisi lain, perusahaan memperkirakan akan menanggung biaya sekitar US$85 juta sepanjang sisa tahun ini untuk mendukung proses pemisahan bisnis Pizza Hut.

Sejalan dengan transaksi tersebut, dewan direksi Yum! juga menyetujui tambahan program pembelian kembali saham (share buyback) senilai US$4 miliar. Dana hasil penjualan akan digunakan sesuai strategi alokasi modal perusahaan, termasuk untuk investasi bisnis dan pengembalian modal kepada pemegang saham.

Meski menjual Pizza Hut China, Yum! dan Yum China menegaskan akan tetap mempertahankan kemitraan strategis jangka panjang. Kedua perusahaan menyepakati sejumlah insentif keuangan yang akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham apabila pertumbuhan penjualan sistem KFC Cina meningkat di masa mendatang.

Selain itu, kedua pihak juga akan bekerja sama dalam mempercepat rencana ekspansi jangka panjang merek Taco Bell di Cina daratan.

Setelah transaksi selesai, Yum! akan tetap menyediakan platform teknologi miliknya, Byte by Yum!, kepada Pizza Hut Ex-Cina. Perusahaan juga akan memberikan sejumlah layanan korporasi selama masa transisi guna memastikan proses pemisahan berjalan lancar.

Yum! memperkirakan pendapatan dari layanan tersebut pada 2026 akan mengimbangi sebagian biaya administrasi dan umum (G&A) yang sebelumnya dialokasikan untuk Pizza Hut.

Kedua transaksi telah memperoleh persetujuan bulat dari dewan direksi Yum! Brands dan diperkirakan rampung pada kuartal III 2026, setelah mendapatkan persetujuan regulator yang diperlukan.

Setelah transaksi selesai, Yum! tidak lagi melaporkan kinerja bisnis Pizza Hut sebagai bagian dari segmen usahanya.

Yum! Brands merupakan salah satu perusahaan restoran terbesar di dunia dengan lebih dari 63.000 gerai yang beroperasi atau diwaralabakan di 155 negara dan wilayah. Portofolio mereknya mencakup KFC, Taco Bell, Pizza Hut, dan Habit Burger & Grill.

Perusahaan menyatakan bahwa langkah divestasi Pizza Hut merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan fokus bisnis, memperkuat efisiensi operasional, dan mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi pemegang saham.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article