Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Buka 59,36 Juta Rekening Pelajar, OJK Waspadapi Penyalahgunaan Pinjol & Judol
ilustrasi rekening (unsplash.com/Julio Lopez)
  • Pemerintah menyiapkan Rp1,28 triliun untuk 25 juta penduduk berpenghasilan rendah melalui Program Satu Orang Satu Rekening.

  • Program menargetkan peningkatan inklusi keuangan nasional hingga 99 persen dan setiap penerima mendapat saldo awal Rp50.000.

  • OJK mengingatkan rekening pelajar perlu digunakan dan dijaga agar tidak dorman atau disalahgunakan untuk pinjol dan judi online.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Satu Orang Satu Rekening disiapkan dengan anggaran Rp1,28 triliun untuk memperluas inklusi keuangan nasional.
  • Who?
    Pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, OJK, BRI, BSI, dan penerima dari kelompok berpenghasilan rendah.
  • Where?
    Program menyasar penduduk Indonesia dan penyaluran rekening dilakukan melalui BRI serta BSI.
  • When?
    Waktu pelaksanaan program per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Program ditujukan untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 99 persen, menyalurkan bantuan sosial, dan mendukung kegiatan produktif.
  • How?
    Setiap penerima memperoleh rekening dengan saldo awal Rp50.000. Pemerintah juga memperkuat edukasi keuangan bagi pelajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah menyiapkan rekening untuk banyak orang berpenghasilan rendah. Airlangga mengatakan rekening itu bisa dipakai menerima bantuan dan melakukan kegiatan produktif. Setiap rekening mendapat uang awal Rp50.000 melalui BRI dan BSI. Pemerintah juga membuka rekening pelajar. OJK mengingatkan agar rekening itu digunakan, dijaga, dan tidak dipakai untuk hal yang salah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program ini memperluas akses rekening bagi penduduk berpenghasilan rendah sekaligus memberi saldo awal untuk mendukung penggunaan rekening. Bagi pelajar, rekening dapat menjadi sarana membangun kebiasaan menabung dan mengenal pengelolaan keuangan. Penguatan edukasi oleh OJK juga membantu menjaga agar rekening tetap digunakan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah merealisasikan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dengan pembukaan sebanyak 59,36 juta rekening atau setara dengan 88,83 persen dari segmen pelajar Indonesia. Program ini didukung anggaran negara sebesar Rp27 triliun.

Pemerintah berharal, rekening tersebut nantinya tidak menjadi dorman ataupun disalahgunakan untuk untuk aktivitas ilegal, seperti pinjaman online ilegal dan judi online.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menjelaskan rekening tabungan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini.

Seiring bertambahnya usia, mereka dapat beralih ke produk Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) untuk menyesuaikan kebutuhan keuangan, mulai dari menyisihkan dana untuk membeli properti hingga berinvestasi. Oleh karenannya, OJK memperkuat edukasi keuangan kepada pelajar sebagai pencegahan penyalahgunaan rekening.

"Tapi tentunya benar, masih ada concern supaya tidak jadi dorman, tidak dijadikan rekening yang misalnya lupa, lupa naruh, terus kemudian mungkin pinnya ketahuan orang dan lain-lain bisa dipakai untuk pinjol dan sebagainya," ujar Friderica menambahkan.

Di satu sisi, wanita yang akrab di sapa Kiki itu menyebut bahwa program rekening pelajar ini sudah ada sejak lama melalui produk Simpanan Pelajar (SimPel). Namun hal ini terus diperkuat agar rekening yang dimiliki pelajar benar-benar digunakan untuk menabung.

Sejalan dengan itu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening yang menyasar 25 juta penduduk berusia di atas 17 tahun dari kelompok desil 1 hingga 4 alias berpenghasilan rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional hingga mencapai 99 persen, yang mana saat ini cakupannya 93 persen.

"Kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif. Jadi, bukan soal hanya pembukaan rekening. Peningkatan inklusi juga dimulai sejak dini," ujar Airlangga.

Ia menekankan agar program tersebut tidak berhenti pada pembukaan rekening saja, tetapi diarahkan sebagai tempat penyaluran bantuan sosial dan mendukung kegiatan produktif.

Setiap penerima akan memperoleh rekening dengan saldo awal Rp50.000. Penyalurannya dilakukan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article