Obligasi. (ShutterStock/Hadayeva Sviatlana)
Debenture bond memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada instrumen keuangan ini. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan debenture bond:
Kelebihan Debenture Bonds
1. Investornya Lebih Diprioritaskan
Debenture bonds memang merupakan jenis surat utang tanpa agunan apapun. Walau demikian, pemegangnya dianggap lebih senior sehingga prioritasnya lebih tinggi. Hal itu karena surat utang ini masuk ke dalam sekuritas utang. Sehingga risikonya lebih kecil jika dibanding berinvestasi di saham biasa atau preferen.
2. Waktu
Debenture bonds memberikan insentif kepada peminjam untuk membayar pinjaman dengan suku bunga tinggi. Namun, jangka waktu pembayarannya lebih lama dibandingkan pinjaman tradisional lain.
3. Bisa dikonversikan
Jenis obligasi ini juga dapat dikonversikan menjadi instrumen lain. Investor bisa membeli atau menjualnya dalam bentuk saham, tentu lebih likuid dibandingkan jenis investasi lainnya.
Kekurangan debenture bond
1. Risiko kredit
Debenture bond memiliki risiko kredit, yaitu ketidakmampuan perusahaan untuk membayar bunga dan pokok pinjaman pada saat jatuh tempo. Jika perusahaan yang menerbitkan mengalami kebangkrutan atau gagal membayar, maka investor akan kehilangan seluruh atau sebagian investasinya.
2. Risiko Pasar
Debenture bond memiliki risiko pasar, yaitu perubahan suku bunga pasar yang dapat mempengaruhi nilai obligasi. Jika suku bunga pasar naik, maka nilai obligasi akan turun dan sebaliknya.
3. Kurang likuid
Debenture bond tidak se likuid saham, sehingga tidak mudah dijual atau diperjualbelikan di pasar sekunder. Jika investor ingin menjual obligasi sebelum jatuh tempo, mereka mungkin akan mendapatkan harga yang lebih rendah.
4. Tidak memberikan hak kepemilikan
Debenture bond tidak memberikan hak kepemilikan saham pada perusahaan yang menerbitkan, sehingga investor tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan.
5. Risiko inflasi
Debenture bonds memiliki berbagai risiko inflasi yang mungkin bisa terjadi. Risiko tersebut dapat terjadi apabila kupon yang dibayar tidak sesuai dengan tingkat inflasi. Misalnya, inflasi akan membuat kenaikan harga sebesar 3 persen Apabila kupon surat utang hanya 2 persen, tentu pemegangnya akan mengalami kerugian bersih.
Dalam mempertimbangkan untuk berinvestasi pada debenture bonds, investor perlu memahami dengan baik kelebihan dan kekurangan dari instrumen keuangan ini. Selain itu, investor juga perlu melakukan analisis terhadap perusahaan yang menerbitkan untuk mengurangi risiko investasi.
Apalagi, debenture bonds adalah obligasi yang tidak dijamin oleh aset penerbit. Karena itu harus jeli jika ingin terjun di dalamnya. Terlebih tanpa agunan, jika tidak cermat memilih perusahaan akan berujung kerugian. Pastikan perhitungkan lebih detail jika ingin terjun berinvestasi debenture bonds.
Calon investor juga perlu memperhatikan tingkat kupon atau bunga yang ditawarkan penerbit. Jika suku bunganya lebih tinggi, instrumen utangnya juga berisiko demikian. Kebalikannya, suku bunga lebih rendah membuat risikonya juga sebanding.