Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk membukukan pertumbuhan asset hingga 80 persen secara tahunan di kantor cabang luar negeri di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Sejalan hal tersebut, BSI berencana kembali memperkuat pasar internasionalnya dengan memperdalam penetrasi ke pasar kawasan Timur Tengah, salah satunya Arab Saudi.
Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha mengatakan bahwa capaian kinerja BSI Dubai didominasi dari Corporate Financing.
Meski demikian, BSI juga memfasilitasi dan memberikan layanan treasury, trade finance dan documentary collection bagi para eksportir maupun importir yang mempunyai transaksi dengan negara UAE ke Indonesia atau sebaliknya.
"Melihat potensi bisnis yang masih sangat besar di pasar UAE dan Timur Tengah, kami optimis pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai dapat terus tumbuh positif di tahun ini", ujar Firman dalam siaran pers, Rabu (17/6).
Selain Dubai, BSI berambisi menjangkau wilayah Timur Tengah lebih luas. BSI tengah mempersiapkan pembukaan cabang di Jeddah, ArabSaudi untuk menggarap ekosistem halal termasuk ekosistem haji dan umroh.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki kontribusi signifikan terhadap arus jemaah ke Arab Saudi. Setiap tahun, Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203 ribu jemaah haji, yang mana sekitar 170 ribu jemaah atau 83 persen di antaranya merupakan nasabah BSI.
Sementara itu, berdasarkan data Siskopatuh 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 1,6 juta orang, dengan sekitar 84 persen transaksi terkait layanan tersebut melalui BSI.
Maka dari itu, posisi Timur Tengah yang kini berkembang sebagai pusat aktivitas bisnis internasional turut membuka peluang baru bagi perseroan. "Banyak perusahaan-perusahaan Indonesia (Indonesian Related) dan internasional yang memiliki perwakilan di Dubai sehingga hadirnya BSI di Dubai diharapkan dapat menjadi jembatan untuk layanan keuangan," ujarnya menambahkan.
BSI membukukan asset sebanyak Rp452 triliun tumbuh 12,17 persen secara tahunan (year on year). Kinerja ini ditopang oleh pos dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan yang sehat, serta didorong perseroan di mancanegara.
Hingga April 2026, DPK BSI mencapai Rp382 triliun tumbuh 17,90 persen secara tahunan. Sementara itu pembiayaan tumbuh double digit atau 15,59 persen (YOY) mencapai Rp332 triliun.
