Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

5 Aset Terbaik saat Inflasi untuk Menjaga Kekayaan

5 Aset Terbaik saat Inflasi untuk Menjaga Kekayaan
ilustrasi inflasi (unsplash.com/Jp Valery)
Intinya Sih
  • Inflasi melemahkan daya beli dan nilai riil kekayaan, tetapi dampaknya berbeda pada tiap instrumen investasi.

  • Logam mulia, properti, dan komoditas berpotensi menjaga nilai saat harga meningkat, meski masing-masing memiliki keterbatasan.

  • Obligasi menawarkan arus kas berkala, sementara saham blue chip berpotensi lebih tahan terhadap tekanan inflasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kenaikan inflasi menjadi salah satu indikator ekonomi makro yang perlu dicermati pelaku pasar dan investor. Pasalnya, inflasi dapat melemahkan daya beli sekaligus mengurangi nilai riil kekayaan.

Namun, tidak semua instrumen investasi terkena dampak inflasi dengan cara yang sama. Sejumlah aset berpotensi menjaga atau meningkatkan nilainya, sedangkan aset lainnya justru rentan tertekan.

Lantas, aset terbaik saat inflasi meningkat? Berikut daftar asetnya yang bisa jadi bahan pertimbangan.

Daftar aset terbaik saat inflasi

1. Logam mulia

Logam mulia seperti emas dan perak termasuk aset yang kerap dipilih saat inflasi meningkat. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai karena dinilai mampu menjaga nilainya ketika harga barang dan jasa naik. Sementara itu, perak dapat menjadi alternatif karena permintaannya cukup tinggi di sektor teknologi dan manufaktur.

Meski dapat membantu melindungi nilai kekayaan, logam mulia kurang ideal sebagai instrumen utama untuk mengejar pertumbuhan. Aset ini lebih cocok digunakan sebagai penyeimbang portofolio di tengah perubahan kondisi pasar.

2. Properti

Properti kerap menjadi pilihan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Harga dan tarif sewa biasanya meningkat seiring inflasi, sehingga berpotensi mempertahankan nilai riil investasi.

Perlu diingat, walaupun menawarkan pendapatan sewa dan kenaikan harga, investasi properti memiliki sejumlah tantangan. Kinerjanya sangat dipengaruhi oleh lokasi, perkembangan wilayah, serta kondisi ekonomi.

Investor juga perlu memperhitungkan biaya pemeliharaan dan pajak properti secara rutin. Karena itu, sesuaikan investasi dengan tujuan dan profil risiko agar tidak membebani kondisi finansial.

3. Surat utang atau obligasi

Saat kondisi ekonomi bergejolak, obligasi dapat menjadi pilihan bagi investor yang menginginkan arus kas lebih stabil. Instrumen ini memberikan imbal hasil berupa bunga atau kupon yang dibayarkan secara berkala sesuai ketentuan.

Obligasi juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pendapatan pasif. Jika ingin menekan risiko gagal bayar, investor dapat mempertimbangkan obligasi yang diterbitkan pemerintah.

Mengetahui berbagai aset terbaik saat inflasi, tidak cukup. Investor juga perlu menyusun diversifikasi portfolio yang tepat. Cara meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan mengikuti Fortune Indonesia Investment Forum 2026

Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.
  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.
  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.
  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).
  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.
  • Makan siang dan 2 kali coffee break.
  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.
  • Akses ke booth BaZi Reading.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026.

4. Saham unggulan (blue chip)

Aset terbaik saat inflasi berikutnya adalah saham blue chip. Saham perusahaan berfundamental kuat umumnya lebih mampu menghadapi tekanan inflasi dan berpeluang tumbuh dalam jangka panjang.

Perusahaan blue chip memiliki daya saing tinggi dan margin keuntungan yang relatif stabil meski biaya produksi meningkat. Kekuatan merek dan loyalitas pelanggan juga memungkinkan perusahaan menaikkan harga tanpa kehilangan banyak konsumen.

5. Komoditas

Harga sebagian besar barang dan jasa cenderung meningkat saat inflasi. Untuk mengurangi risiko penurunan nilai riil kekayaan, investor dapat mempertimbangkan komoditas sebagai bagian dari portofolio.

Nilai komoditas kemungkinan bertahan atau naik seiring kenaikan harga secara umum. Karena itu, instrumen ini kerap digunakan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Komoditas yang banyak diminati investor terdiri dari energi, minyak kelapa sawit, hasil pertanian, dan logam mulia. Meski permintaannya relatif tinggi, harga komoditas tetap dapat berfluktuasi akibat perubahan pasokan, permintaan global, kondisi geopolitik, dan kebijakan pemerintah.

Itulah sejumlah aset terbaik saat inflasi yang dapat menjaga nilai kekayaan. Anda bisa memanfaatkannya untuk diversifikasi portofolio agar risiko lebih tersebar dan ketahanan investasi tetap terjaga.

FAQ seputar aset terbaik saat inflasi

Aset apa saja yang nilainya meningkat seiring inflasi?

Aset yang berpotensi naik saat inflasi seperti properti, komoditas, dan logam mulia.

Apakah harga emas mampu mengalahkan inflasi?

Emas mampu melindungi nilai aset dari inflasi dalam jangka panjang. Namun, investor perlu mewaspadai fluktuasi jangka pendek.

Bagaimana cara melindungi kekayaan dari inflasi?

Anda dapat memindahkan aset dari dana dingin ke instrumen investasi lindung nilai, bijak dalam berbelanja, dan mengurangi utang konsumtif.

Share Article
Editorial Team

Latest in Finance

See More