Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Dibayangi Volatilitas Pasar, Tugu Insurance Mampu Catat Pertumbuhan Laba 78%

Dibayangi Volatilitas Pasar, Tugu Insurance Mampu Catat Pertumbuhan Laba 78%
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) terus bertumbuh. (Dok. TUGU)
Intinya Sih
  • Tugu Insurance membukukan laba bersih Rp480,29 miliar pada semester I 2026, naik 76,8 persen secara tahunan, dengan laba per saham meningkat dari Rp76 menjadi Rp135.
  • Setelah menerapkan PSAK 117, pendapatan jasa asuransi mencapai Rp4,45 triliun, tumbuh 16,31 persen, didorong hasil jasa asuransi Rp602,9 miliar yang melonjak 85,56 persen.
  • Di tengah volatilitas pasar, pendapatan investasi tercatat Rp140,5 miliar; total aset mencapai Rp29,49 triliun per Juni 2026, sementara ekuitas turun tipis menjadi Rp10,01 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencetak laba bersih senilai Rp480,29 miliar pada semester pertama 2026. Jumlah tersebut tumbuh 76,8 persen dibandingkan Rp271,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) turut terkerek dari Rp76 pada semeseter pertama 2025 menjadi Rp135 pada paruh pertama 2026.

Tugu Insurance telah menerapkan PSAK 117 pada laporan keuangannya, sehingga pendapatan jasa asuransi yang dibukukan senilai Rp4,45 triliun atau meningkat 16,31 persen. Capaian pendapatan tersebut ditopang segmen inti hasil jasa asuransi yang mencapai Rp602,9 miliar, melonjak 85,56 persen secara tahunan.

Sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 24,61 persen menjadi Rp321,29 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari usaha sewa, jasa survei, serta penjualan kendaraan melalui entitas anak.

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar mengatakan capaian paruh pertama turut menjaga kinerja perusahaan ke depan. Penerapan PSAK 117 tak hanya memenuhi standar akuntasi yang belaku, melainjan menjadi upaya perseroan meningkatkan kualitas, konsitensi, dan transparansi pelaporan keuangan.

"Perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan struktur keuangan dan permodalan. Kami berfokus menjaga kesinambungan bisnis serta menciptakan nilai tambah secara bertahap dan berkelanjutan," ujar Fitri dalam keterangan resminya, Selasa (4/8).

Di tengah volatilitas pasar keuangan, Tugu Insurance juga mampu membukukan pendapatan investasi Rp140,5 miliar. Menurut Fitri, perusahaan melakukan kehati-hatian dalam mengelola portfolio insetasi dengan mempertimbangkan aspek likuiditas, risiko, dan imbal hasil.

Adapun, asuransi plat merah ini mencatatkan toal aset Rp29,49 triliun per 30 Juni 2026, naik 6,40 persen dibandingkan Rp27,7 triliun pada posisi Desember 2026. Sementara itu otal ekuitas tercatat sebesar Rp10,01 triliun, turun tipis dari akhir Desember 2025 yang sebesar Rp10,17 triliun.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Finance

See More