Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kredit UKM BCA Tumbuh 6,9%, Lampaui Rata-rata Industri
ilustrasi penduduk lokal Bali, Indonesia, warlok Bali, bisnis, umkm, usaha kecil, pedagang lokal, toko suvenir (unsplash.com/Indira Tjokorda)
  • Penyaluran kredit UKM BCA mencapai Rp134 triliun per Juli 2026, tumbuh 6,9 persen secara tahunan.

  • BCA mendampingi pelaku usaha melalui program lokal, ekspor, sertifikasi halal, dan festival UMKM.

  • Total kredit BCA mencapai Rp1.017 triliun dengan NPL 1,8 persen dan LAR 4,7 persen per Agustus 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Juli 2026

Penyaluran kredit UKM BCA mencapai Rp134 triliun dan meningkat 6,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini melampaui rata-rata kredit UKM industri perbankan sebesar 1,2 persen.

Agustus 2026

BCA mencatat NPL sebesar 1,8 persen dan LAR sebesar 4,7 persen. Total kredit BCA mencapai Rp1.017 triliun dan tumbuh 10,5 persen secara tahunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BCA mencatat penyaluran kredit UKM sebesar Rp134 triliun per Juli 2026.
  • Who?
    PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih.
  • Where?
    Per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Per Juli 2026 untuk kredit UKM dan per Agustus 2026 untuk NPL serta LAR.
  • Why?
    BCA menyediakan pembiayaan dan pendampingan agar pelaku usaha berkembang serta memperluas jangkauan pasar.
  • How?
    Melalui penyaluran kredit, program pendampingan, pembiayaan khusus, dan penerapan prinsip kehati-hatian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BCA memberi pinjaman Rp134 triliun kepada usaha kecil sampai Juli 2026. John Kosasih bilang BCA juga membantu usaha agar bisa berkembang dan menjual barang lebih luas. BCA punya beberapa program pendampingan. Sampai Agustus 2026, kredit BCA tetap tumbuh dan kualitasnya dijaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan kredit UKM BCA menunjukkan dukungan pembiayaan berjalan bersama pendampingan usaha. Program seperti BCA Bangga Lokal, UMKM Go Export, Sertifikasi Halal, dan BCA UMKM Fest memperluas bentuk dukungan bagi pelaku usaha, sementara kualitas aset tetap dijaga melalui prinsip kehati-hatian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan penyaluran kredit usaha kecil mikro (UKM) sebesar Rp134 triliun, meningkat 6,9 persen secara tahunan per Juli 2026. Capaian tersebut bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan kredit UKM industri perbankan yang mencapai 1,2 persen (year on year/YoY) berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada waktu yang sama.

Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih mengatakan mengatakan bahwa fasilitas yang disediakan BCA tidak terbatas pada pembiataan, namun juga turut serta mendampingi para pelaku usaha agar berkembang dan mampu memperluas jangkauan pasar hngga ke pasar global.

Program pendampingan tersebut mencakup mencakup BCA Bangga Lokal, UMKM Go Export, Sertifikasi Halal, dan BCA UMKM Fest.

"Kami melihat besarnya kebutuhan pelaku usaha untuk terus berkembang," ujar John dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10).

BCA juga menyediakan pembiayaan khusus bagi plaku usaha yakni kredit multiguna usaha MerDeKa (Material, Developer, dan Kontraktor). Program tersebut ditujukan kepada pelaku usaha di sektor material, pengembang, dan kontraktor

Kendati terus melakukan ekspansi pembiayaan, BCA tetap menerapkah prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kreditnya agar pertumbuhan yang dicapai dapat berlangsung sehat dan berkelanjutan. Per Agustus 2026, BCA mencatatkan NPL sebesar 1,8 persen dan LAR sebesar 4,7 persen.

Secara keseluruhan, kredit yang disalurkan BCA tembus Rp1.017 triliun meliputi segmen korporasi, komersial, dan UKM, tumbuh double digit sebesar Rp10,5 persen secara tahunan per agustus 2026. Pertumbuhan total kredit tersebut juga menjadi yang tertinggi di kelompok perbankan swasta.

"Dengan pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta dukungan pendanaan yang kuat, kami berharap dapat terus mendampingi nasabah dalam mengembangkan usahanya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article