Transaksi Digital BTN Melonjak 44% hingga Tembus Rp103,53 Triliun

BTN mencatat 2,23 miliar transaksi digital dengan nilai Rp103,53 triliun, masing-masing tumbuh 46 persen dan 44 persen secara tahunan.
Jumlah pengguna aplikasi digital BTN mencapai lima juta nasabah, sementara balé by BTN terus dikembangkan sebagai bagian dari modernisasi layanan.
Pertumbuhan transaksi turut mendorong tabungan dan pendapatan berbasis komisi, disertai penguatan keamanan serta edukasi nasabah.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN membukukan volume transaksi digital hingga 2,23 miliar kali, tumbuh 46 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, nilai transaksi perserian pun melesat mencapai Rp103,53 triliun atau meningkat 44 persen secara tahunan (YoY).
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut ditopang oleh nasabah yang tembus lima juta pengguna dengan kenaikan 51 persen secara tahunan, dan disertai upaya BTN memodernisasi layanan.
"Dalam waktu sekitar satu setengah tahun sejak diluncurkan, balé by BTN telah menjadi bagian penting dari modernisasi BTN. Ke depan, kami ingin balé by BTN semakin personal dan memiliki keunikan yang membedakannya dari layanan digital lainnya," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Senin (12/10).
Saat ini aplikasi digital BTN memiliki lebih dari 764 fitur untuk melayani kebutuhan dasar perbankan hingga ke berbagai kebutuhan sehari-hari nasabah. Menurut dia, fitur mudah ditiru namun BTN msngklaim BTN menawarkan pengalaman khas.
"Setelah basis pengguna tumbuh, tantangannya adalah bagaimana kami mengoptimalkan pengguna, transaksi, dan ekosistem sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi nasabah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis BTN," ujar Nixon.
Seiring dengan pertumbuhan pengguna dan transaksi, aplikasi digital tersebut turut mendorong kinerja bisnis BTN. Hingga September 2026, dana tabungan yang dihimpun melalui ekosistem digital perseroan tumbuh 30 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi (fee-based income) meningkat 42 persen secara tahunan.
Secara keseluruhan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian BTN mencapai Rp446,06 triliun per Agustus 2026, tumbuh 11,11 persen secara tahunan.
BTN juga memperkuat keamanan transaksi digital seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna. Nixon menilai, upaya tersebut perlu mencakup pengembangan teknologi serta edukasi nasabah untuk mengantisipasi kejahatan digital.
"Tantangan kejahatan digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami dan menggunakan teknologi. Karena itu, keamanan dan edukasi nasabah harus berjalan bersama," katanya.





















