Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pengetatan Dana Murah, DPK Bank INA Tembus Rp23,57 Triliun per Agustus 2026

2 min read
Pengetatan Dana Murah, DPK Bank INA Tembus Rp23,57 Triliun per Agustus 2026
Ilustrasi Bank Ina/Dok Bank Ina
  • DPK Bank INA mencapai Rp23,57 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 5,45 persen secara tahunan, dengan deposito mendominasi Rp15,06 triliun.

  • Bank INA mendorong penghimpunan deposito lewat Binadigital, menawarkan bunga reguler 7,88 persen dan promo 8,5 persen per tahun untuk penempatan 10–28 Oktober 2026.

  • Total aset Bank INA naik 18,7 persen secara tahunan menjadi Rp32,18 triliun, sementara DPK perbankan nasional tumbuh 10,94 persen meski melambat dari Juli.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp23,57 triliun hingga akhir Agustus 2026 atau setara pertumbuhan 5,45 persen secara tahunan di tengah ketatnya persaingan perebutan dana murah perbankan.

Guna menjaga laju pertumbuhan simpanan, bank anggota Salim Group ini memacu penghimpunan deposito melalui aplikasi Binadigital lewat penawaran suku bunga promo hingga 8,5 persen per tahun.

Pencapaian DPK hingga Agustus 2026 didominasi oleh produk deposito yang menyumbang Rp15,06 triliun. Posisi berikutnya diisi oleh giro yang sebesar Rp7,02 triliun dan tabungan senilai Rp1,49 triliun.

Melihat dominasi porsi deposito tersebut, perseroan terus memperkuat strategi penghimpunan dana melalui aplikasi Binadigital pada Oktober 2026. Wakil Direktur Utama Bank INA, Yulius Purnama Junaedi, menyatakan Binadigital hadir sebagai inovasi perbankan digital guna memberikan nilai tambah optimal bagi nasabah.

“Bank INA memfasilitasi masyarakat untuk merencanakan keuangan jangka pendek maupun panjang dengan hasil yang maksimal,” kata Yulius melalui keterangan resmi yang dikutip Senin (12/10).

Yulius menjelaskan, suku bunga produk Binadigital berkisar 7,88 persen per tahun untuk penawaran reguler dan 8,5 persen per tahun khusus promo spesial 10.10.

Penawaran berlaku untuk tenor fleksibel mulai dari 14 hari hingga 360 hari, dengan batas penempatan minimum Rp1 juta. Suku bunga tertinggi hingga 8,5 persen per tahun tersebut berlaku khusus untuk penempatan dana pada 10 Oktober hingga 28 Oktober 2026.

Sejalan dengan ekspansi penghimpunan dana, total aset BINA per Agustus 2026 mengalami kenaikan 18,7 persen (YoY) menjadi Rp32,18 triliun. Catatan tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp27,11 triliun.

Langkah Bank INA dalam memacu simpanan berlangsung di tengah dinamika penghimpunan dana industri perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan DPK industri perbankan nasional per Agustus 2026 masih mampu tumbuh 10,94 persen (YoY) mencapai Rp10.413 triliun.

Kendati demikian, pertumbuhan DPK nasional tersebut melambat jika dibandingkan dengan posisi Juli 2026 yang sempat tumbuh 11,21 persen (YoY). Data OJK menunjukkan pendorong utama pertumbuhan DPK industri nasional berasal dari instrumen deposito yang tumbuh 13,10 persen (YoY), disusul giro sebesar 9,82 persen (YoY), dan tabungan sebesar 9,56 persen (YoY).

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More