Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Apa Perbedaan ETF Emas, Saham, dan Obligasi? Ini Perbandingannya

3 min read
Apa Perbedaan ETF Emas, Saham, dan Obligasi? Ini Perbandingannya
ilustrasi obligasi (pexels.com/George Morina)
  • ETF emas memberikan eksposur terhadap harga emas tanpa perlu menyimpan emas fisik, tetapi tidak menghasilkan pendapatan rutin.

  • Saham menawarkan potensi keuntungan dari kenaikan harga dan dividen, dengan risiko yang dipengaruhi kinerja perusahaan serta kondisi pasar.

  • Obligasi memberikan pendapatan berupa kupon dan pelunasan pokok saat jatuh tempo, tetapi memiliki risiko suku bunga dan gagal bayar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengembangkan ETF emas sebagai alternatif instrumen investasi bagi investor. Produk ini memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli dan menyimpan logam mulia secara langsung.

Berbeda dengan ETF emas, saham menawarkan potensi keuntungan dari kenaikan harga dan dividen. Di sisi lain, obligasi memberikan pendapatan berupa kupon.

Ketiga instrumen tersebut memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Berikut perbandingan ETF emas, saham, dan obligasi yang perlu diketahui investor.

  1. Perbedaan ETF emas, saham, dan obligasi

  2. 1. Perbedaan imbal hasil

    ETF emas memperoleh potensi keuntungan dari kenaikan harga emas. Kinerjanya mengikuti pergerakan harga aset dasar, sehingga tidak memberikan kupon berkala seperti obligasi atau dividen seperti saham.

    Saham menawarkan potensi keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian dividen. Besaran dividen bergantung pada keputusan perusahaan dan kinerja keuangannya.

    Obligasi memberikan imbal hasil melalui kupon atau bunga sesuai ketentuan penerbitan. Investor juga berpeluang memperoleh capital gain jika menjual obligasi di pasar sekunder.

  3. 2. Perbedaan risiko dan volatilitas

    Setiap instrumen investasi memiliki risiko yang berbeda. ETF emas menghadapi risiko fluktuasi harga emas. Ini disebabkan perubahan kondisi ekonomi global dan permintaan terhadap aset lindung nilai.

    Sementara itu, saham memiliki risiko perubahan harga yang dipengaruhi kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar. Ketika kinerja emiten memburuk, harga saham berpotensi turun dan kemampuan perusahaan membagikan dividen dapat berkurang.

    Adapun obligasi umumnya memiliki fluktuasi harga yang lebih rendah dibandingkan saham. Namun, kenaikan suku bunga dapat menekan harga obligasi di pasar sekunder. Selain itu, terdapat risiko gagal bayar jika penerbit tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran kupon atau pokok utang.

  4. 3. Perbedaan bentuk dan kepemilikan

    ETF emas fisik merupakan instrumen investasi yang didukung emas fisik yang disimpan oleh Penyelenggara Kegiatan Usaha Bullion (PKUB). Investor dapat memperjualbelikan unit ETF melalui rekening efek tanpa perlu menyimpan emas secara langsung.

    Berbeda dengan ETF emas, saham merupakan bukti kepemilikan perusahaan yang memberikan hak atas dividen dan suara dalam RUPS sesuai ketentuan yang berlaku. Nilainya mengikuti pergerakan harga saham di pasar.

    Berbeda dengan keduanya, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan. Investor berhak menerima kupon dan pelunasan pokok sesuai ketentuan, tetapi tidak memiliki hak suara dalam pengelolaan perusahaan.

  5. 4. Perbedaan likuiditas dan kemudahan transaksi

    ETF emas, saham, dan obligasi dapat diperdagangkan di pasar modal. Namun, tingkat likuiditasnya berbeda.

    ETF emas dapat diperjualbelikan melalui perusahaan sekuritas. Namun, transaksi bergantung pada ketersediaan pembeli dan penjual. Jadi, harga pasar dapat berbeda dari nilai aset bersihnya.

    Saham dengan volume perdagangan tinggi umumnya lebih mudah diperjualbelikan dibandingkan saham yang jarang ditransaksikan.

    Sementara itu, obligasi dapat dijual melalui pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Likuiditasnya bergantung pada jenis, penerbit, dan aktivitas perdagangan, dengan risiko harga jual lebih rendah daripada harga beli.

  6. 5. Perbedaan tujuan investasi

    ETF emas dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio karena emas dikenal sebagai aset safe haven. Namun, harganya tetap fluktuatif dan tidak memberikan pendapatan rutin.

    Saham cocok untuk investor yang mengejar pertumbuhan modal dan siap menghadapi fluktuasi harga. Obligasi dapat menjadi pilihan untuk memperoleh pendapatan berkala melalui kupon, meski tetap memiliki risiko investasi.

    Itulah perbedaan ETF emas, saham, dan obligasi dari segi karakteristik, risiko, likuiditas, hingga tujuan investasi. Memahami perbedaan ketiganya dapat membantu investor memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko.

    FAQ seputar perbedaan ETF emas, saham, dan obligasi

    Apa perbedaan utama ETF emas, saham, dan obligasi?

    ETF emas mengikuti harga emas, saham memberikan kepemilikan perusahaan.  Obligasi merupakan surat utang yang memberikan kupon.

    Instrumen mana yang memberikan pendapatan berkala?

    Obligasi umumnya memberikan kupon berkala, sedangkan dividen saham tidak dijamin dan ETF emas tidak memberikan kupon.

    Apakah ETF emas didukung emas fisik?

    ETF emas fisik menggunakan emas yang dialokasikan dan disimpan melalui mekanisme penyimpanan yang ditetapkan produk.

    Apa saja kode ETF emas yang tercatat di BEI?

    Kodenya meliputi XKGS, XBGS, XGLD, XDES, XMES, XSGO, dan XTRA.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More