Transaksi BRILink Agen Tembus Rp1.270 Triliun per September 2026

- BRILink Agen mencatat volume transaksi Rp1.270 triliun dari sekitar 750 juta transaksi hingga akhir September 2026.
- Jaringan 1,06 juta agen telah menjangkau lebih dari 60 ribu desa, memperluas akses layanan keuangan, transaksi digital, dan literasi masyarakat.
- Hingga September 2026, BRILink menghasilkan fee-based income Rp1,3 triliun, menghimpun CASA Rp32 triliun, serta memiliki 59 ribu agen kategori Jawara dan Juragan.
Jakarta, FORTUNE – Jaringan BRILink Agen milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan volume transaksi sebesar Rp1.270 triliun hingga akhir September 2026. Capaian tersebut berasal dari sekitar 750 juta transaksi selama periode tersebut.
Pada saat yang sama, BRI telah memiliki 1,06 juta BRILink Agen yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa, atau mencakup sekitar 80 persen desa di Indonesia. Jaringan ini menjadi salah satu saluran perseroan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh perbankan.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan peran BRILink Agen tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah dan sebaran jaringan. Kedekatan agen dengan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam memperkenalkan layanan keuangan formal dan membiasakan warga menggunakan transaksi digital.
“BRILink Agen bukan sekadar mitra transaksi perbankan. Di banyak daerah, mereka menjadi pihak yang membantu masyarakat mengakses layanan keuangan, memahami cara bertransaksi, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (13/10).
Menurut Akhmad, BRI berharap kemitraan tersebut dapat terus berkembang seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan begitu, perluasan akses keuangan juga berpotensi menciptakan kesempatan usaha dan sumber penghasilan baru bagi warga. Lebih lanjut, momentum Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober menjadi salah satu konteks penting bagi pengembangan jaringan tersebut. Selain memperluas jangkauan layanan perbankan, BRILink Agen turut mendukung peningkatan literasi keuangan dan penggunaan layanan digital.
Layanan yang tersedia mencakup pembayaran berbagai tagihan, seperti listrik, air, BPJS Kesehatan, dan telepon, serta pembelian pulsa dan pembayaran cicilan. Agen juga menyediakan akses ke layanan lain, mulai dari rujukan pembukaan rekening tabungan dan pengajuan pinjaman, asuransi mikro, penarikan uang kiriman dari luar negeri, hingga pembelian tiket bus, shuttle, kereta, dan kapal penyeberangan.
Di tingkat lokal, kemitraan ini memberi peluang bagi pemilik warung dan pelaku usaha untuk menambah pendapatan melalui layanan transaksi perbankan. Aktivitas tersebut juga dapat mendukung pengembangan usaha dan menggerakkan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar.
BRI berupaya meningkatkan kapasitas serta produktivitas agen agar dapat mengembangkan bisnisnya ke kategori Jawara dan Juragan, yaitu kelompok agen dengan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) tertinggi. Hingga September 2026, sebanyak 59 ribu agen telah masuk dalam kedua kategori tersebut.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa jaringan BRILink Agen memiliki dua fungsi sekaligus: memperluas akses keuangan masyarakat dan membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan skala bisnisnya.
Dari sisi kinerja perusahaan, aktivitas jaringan tersebut juga berkontribusi terhadap pendapatan dan pendanaan BRI. Hingga akhir September 2026, BRILink Agen menghasilkan fee-based income sebesar Rp1,3 triliun dan mendukung penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) senilai Rp32 triliun.
“Kinerja bisnis yang positif ini kian memperlihatkan bahwa penguatan jaringan keuangan di tingkat desa tidak hanya membantu menggerakkan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat bisnis BRI yang berbasis ekonomi kerakyatan,” ujarnya.





















