Jakarta, FORTUNE - Tren pembelian kendaraan listrik (EV) terus meningkat. Hal itu turut tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mana hingga Mei 2026, pembiayaan kendaraan ramah lingkungan tercatat meningkat 32,48 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp23,94 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, Agusman, mengatakan penguatan tren yang terjadi belakangan ini dipengaruhi salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kondisi ini juga dapat mendorong minat terhadap kendaraan listrik," kata Agusman dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (17/7).
OJK mencatat pembiayaan mobil listrik pada Mei 2026 meningkat 29,16 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi sebesar Rp20,06 triliun. Adapun, nilai tersebut mencakup 3,69 persen dari total pembiayaan multifinance. Meski demikian, pembiayaan tersebut masih didominasi pembiayaan kendaraan hybrid sebesar Rp11,74 triliun.
Agusman menilai, salah satu tantangan adopsi kendaraan listrik masih seputar resale value atau harga jual kembali. Namun OJK optimistis pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik dapat terus didorong antara melalui peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik.
Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), Ristiawan Suherman, mengatakan kelangkaan BBM memang memberikan sentimen positif pada peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Namun, menurutnya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik didukung oleh faktor yang lebih fundamental, yaitu meningkatnya kesadaran konsumen terhadap efisiensi biaya operasional dan semakin beragamnya pilihan produk di pasar.
"Kondisi ini memberikan peluang yang baik bagi industri pembiayaan untuk terus mendukung percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia," ujarnya kepada Fortune Indonesia, Jumat (17/7).
Pada semester I 2026, total penyaluran pembiayaan baru (booking) CNAF untuk segmen kendaraan ramah lingkungan (listrik dan hybrid) mencapai Rp1,06 triliun. Realisasi tersebut tumbuh signifikan sebesar 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp591 miliar.
Segmen kendaraan ramah lingkungan ini tercatat mengambil porsi 28,8 persen dari total penyaluran pembiayaan baru (booking) Perseroan pada semester I-2026 yang senilai Rp3,70 triliun.
