Jakarta, FORTUNE - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) membantah rumor mengenai penjajakan penggabungan usaha dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO).
Manajemen BFI Finance pun menegaskan akan menyampaikan setiap aksi korporasi yang bersifat material sesuai ketentuan yang berlaku.
"BFI Finance belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha dan BFI Finance tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham," tulis manajemen BFI Finance dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/7).
BFI memastikan tidak sedang menjalankan proses merger sebagaimana yang beredar. BFI juga menyatakan isu tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Secara terpisah, Bank Jago juga mengklarifikasi kabar tersebut. Manajemen mengungkapkkan, perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rencana merger dengan BFI Finance maupun adanya pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu sebagaimana diberitakan.
"Informasi berkaitan dengan aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing-masing pemegang saham dan berada di luar kewenangan perusahaan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut," demikian tulis Manajemen Bank Jago.
Sebelumnya, beredar laporan yang menyebut kelompok investor yang dipimpin Jerry Ng bersama Goldman Sachs Group Inc. tengah meninjau sejumlah opsi strategis atas kepemilikan saham mereka di BFI Finance dan Bank Jago. Salah satu skenario yang disebut tengah dikaji adalah penggabungan kedua perusahaan. Apabila terealisasi, entitas hasil merger diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp25 triliun atau setara US$1,4 miliar.
Jerry Ng diketahui merupakan pemegang saham pengendali BFI Finance melalui Trinugraha Capital & Co yang menguasai sekitar 51 persen saham. Pemegang saham lain di Trinugraha antara lain Northstar Group dan Garibaldi Thohir. Sementara di Bank Jago, Jerry Ng menguasai sekitar 30 persen saham. Adapun pemegang saham lainnya meliputi GIC Pte Ltd, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, serta Presiden Direktur GoTo Patrick Walujo.
Hingga perdagangan Rabu (15/7) pukul 15:22 WIB, saham ARTO menguat 7,76 persen ke level Rp1.255 per saham. Sebaliknya, saham BFIN turun 1,28 persen ke level Rp770 per saham.
