Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kompak mendorong industri perbankan mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan agenda prioritas Pemerintah.
Dari sisi moneter, BI bahkan telah mengguyur likuiditas Rp427,1 triliun ke perbankan hingga Maret 2026. Upaya ini dilakukan sebagai insentif bunga kredit bagi bank yang menyalurkan kredit ke program pemerintah hingga UMKM.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, percaya gelontoran dana yang masuk dalam Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) tersebut dapat menurunkan bunga bank. Ujungnya, bisnis UMKM pun makin bergairah dan program-program pemerintah beroleh dukungan.
"Sektor-sektor itu memang kami masukkan dan fokuskan ke sana supaya insentif KLM itu bisa lebih efektif untuk mendorong program-program prioritas," kata Perry dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, beberapa waktu lalu yang dikutip dalam siniar Youtube di Jakarta, Jumat (9/4).
Perry menjelaskan insentif KLM yang telah dilaksanakan sejak 16 Desember 2025 hingga saat ini disalurkan kepada Himpunan Bank Negara (Himbara) sekitar Rp225,6 triliun dan perbankan swasta sekitar Rp165,8 triliun.
Regulator keuangan OJK bahkan bakal mengatur ketentuan terkait Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk lebih aktif mendukung program prioritas pemerintah. Kendati demikian, aturan ini hanya sebatas himbauan, bukan kewajiban.
"Kita sedang merancang RPOJK untuk penyesuaian ketentuan RBB. Itu di dalamnya bagaimana kita mendukung bank juga bisa lebih masuk kepada program-program prioritas pemerintah," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.
