Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Deposito 2,2 Kg Emas Nasabah Diduga Hilang, bjb syariah: Sudah Lunas Sejak 2013

2 min read
Deposito 2,2 Kg Emas Nasabah Diduga Hilang, bjb syariah: Sudah Lunas Sejak 2013
Bank Bjb Syariah Catatkan Sukuk Perdana di BEI (IDN Times/istimewa)
  • bjb syariah menyatakan transaksi yang dipermasalahkan merupakan fasilitas gadai emas atas nama William Gunawan beserta keluarga, bukan deposito emas.

  • Bank menyebut fasilitas tersebut telah lunas pada 2013 dan tetap menindaklanjuti pengaduan nasabah melalui jalur yang tersedia.

  • bjb syariah menyatakan operasional dan kondisi keuangannya tetap stabil, sembari memperkuat pengendalian internal serta perlindungan nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Jabar Banten Syariah (bjb syariah) buka suara atas dugaan hilangnya emas sebanyak 2,2 kilogram milik nasabah.

Presiden Direktur bjb syariah, Arief Setyahadi mengatakan bahwa bank tidak memiliki fasilitas deposito emas. Transaksi yang dipermasalahkan adalah fasilitas gadai emas atas nama William Gunawan beserta keluarga. Namun, menurut perusahaan, fasilitas tersebut telah selesai pada 2013.

"Berdasarkan catatan administrasi perseroan dinyatakan telah lunas pada 2013," jelas Arief dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI, Senin (2/11).

Meski demikian, bjb syariah tetap menindaklanjuti aduan tersebut melalui penyampaian tanggapan beserta dokumen pendukung yang relevan dengan kasus tersebut. Perusahaan juga mengkalim akan bersikap kooperatif dalam penyelesaian permasalahan seiring dengan proses hukum yang berjalan.

Arief mengatakan, perusahaan akan menindaklanjuti pengaduan nasabah tersebut sejak 2022 melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) OJK. Perusahaan juga akan melakukan tindak lanjut merespons surat somasi dan menggelar pertemuan dengan nasabah yang bersangkutan di kantor BJB Syariah.

"Perseroan akan kooperatif serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,"kata Arief.

Seiring dengan itu, bjb syariah menyatakan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengendalian internal serta pelindungan nasabah. Selain itu meningkatkan edukasi dan literasi kepada nasabah terkait produk yang digunakan, kemudian memantau pelaksanaan prosedur transaksi. Penerapan prinsip kehati-hatian tersebut, kata Arief, dilakukan sebagai upaya mitigasi terulangnya kejadian serupa.

Insiden dugaan kehilangan emas itu disebut tidak berdampak pada kegiatan operasional dan kondisi keuangan. Arief memastikan bjb syariah menjalankan usaha secara normal, tetap stabil alias tidak terganggu.

Hingga Mei 2026, bjb syariah membukukan laba bersih Rp16,04 miliar dengan pendapatan Rp282,16 miliar. Hal tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan tercatat tumbuh 13 persen secara tahunan menjadi Rp11,37 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,14 persen YoY menjadi Rp11,60 triliun.

    Related Articles

    See More