Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pendapatan Bunga KB Bank Naik 28,94% Ditopang Kredit Wholesale

2 min read
Pendapatan Bunga KB Bank Naik 28,94% Ditopang Kredit Wholesale
KB Bank Business Update: Memperkuat Transformasi dan Arah Pertumbuhan, Kamis (2/7).
  • KB Bank membukukan pendapatan bunga bersih Rp926 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 28,94 persen secara tahunan.

  • Total kredit mencapai Rp45,68 triliun, dengan pertumbuhan terutama didorong segmen wholesale banking yang meningkat 11 persen secara tahunan.

  • KB Bank memperkuat kualitas portofolio, pendanaan, likuiditas, efisiensi operasional, serta tata kelola untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) membukukan pendapatan bunga bersih sebanyak Rp926 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 28,94 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan perolehan net interest margin (NIM) tercatat sebesar 1,71 persen.

Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp45,68 triliun, tumbuh 3,07 persen secara tahunan (YoY). Pertumbuhan terutama didorong oleh segmen wholesale banking yang meningkat 11 persen secara tahunan.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan, perseroan terus memperkuat bisnis nasabah korporasi dan mengembangkan portofolio pembiayaan secara selektif dengan mempertimbangkan profil risiko serta kualitas debitur. Strategi tersebut juga menjadi bagian dari upaya bank mengoptimalkan pendapatan bunga bersih.

"Bank berfokus pada optimalisasi pendapatan, pengembangan portofolio kredit berkualitas, penguatan struktur pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional dan tata kelola untuk mendukung keberlanjutan bisnis," kata dia dalam keterangannya, Senin (2/11).

Dari sisi kualitas aset, KB Bank melanjutkan penyehatan portofolio melalui penerapan kehati-hatian dalam menyalurkan kredit baru, sembari menyelesaikan kredit bermasalah. Upaya tersebut tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang tercatat sebesar 21,62 persen pada September 2026, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin ketat, perseroan akan melakukan berbagai upaya, seperti melalui pengembangan hubungan dengan nasabah korporasi dan ritel, menggenjot transaksi nasabah serta mengoptimalkan komposisi dana. Penguatan penghimpunan dana ini juga dilakukan agar menjaga kecukupan likuiditas dalam mendukung aktivitas intermediasi

Perseroan turut menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko pasar dan nilai tukar melalui pemantauan eksposur serta penerapan langkah mitigasi sesuai kebijakan internal dan ketentuan yang berlaku.

Walhasil, dana pihak ketiga (DPK) KB Bank mencapai Rp44,58 triliun pada akhir September 2026. Dari jumlah tersebut, dana murah atau current account and savings account (CASA) tercatat sebesar Rp13,01 triliun.

"Pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan penguatan fundamental agar dapat memberikan nilai jangka panjang bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan," kata dia.

Sementara itu, total aset KB Bank tercatat sebesar Rp82,91 triliun per akhir September 2026. Perseroan terus mengoptimalkan pengelolaan aset produktif dan liabilitas untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas portofolio, dan struktur pendanaan.

    Related Articles

    See More