Rencana Akuisisi Laman Mining oleh BUMI Mundur Hingga Januari 2027

Rencana akuisisi Laman Mining oleh BUMI mundur dari target semula 30 Oktober 2026 karena beberapa persyaratan belum dipenuhi.
BUMI dan Supreme Global Investment sepakat memperpanjang batas waktu pemenuhan prasyarat transaksi.
Penggunaan dana obligasi ditargetkan terealisasi paling lambat 31 Januari 2027, tanpa dampak negatif material menurut Sri.
Jakarta, FORTUNE - Rencana akuisisi PT Laman Mining oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dikabarkan mundur dari taget semula dijadwalkan berlangsung 30 Oktober 2026.
Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti mengatakan penyelesaian transaksi akuisisi perusahaan tambang bauksit yang berbasis di Kalimantan itu bergantung pada dipenuhinya atau dikesampingkan seluruh persyaratan pendahuluan hingga batas akhir pemenuhan syarat.
PT Supreme Global Investment sebagai pengendali Laman Mining sepakat memperpanjang batas waktu pemenuhan seluruh prasyarat transaksi tersebut.
"Karena belum dipenuhinya beberapa persyaratan, perseroan selaku pembeli dan Supreme Global Investment selaku penjual telah sepakat untuk memperpanjang batas akhir prasyarat," kata dia lewat keterbukaan informasi, Selasa (3/11).
Mundurnya jadwal transaksi turut menggeser target realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I BUMI Tahap III yang dialokasikan untuk akuisisi Laman Mining.
Saat ini, perseroan menargetkan penggunaan dana obligasi tersebut terealisasi paling lambat pada 31 Januari 2027. Adapun BUMI telah menyiapkan dana sekitar Rp333,6 miliar untuk pembayaran tahap akhir akuisisi tersebut.
Sri menyatakan penyesuaian jadwal realisasi penggunaan dana obligasi tidak memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Pengungkapan informasi ini juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap prinsip keterbukaan dan akuntabilitas sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (2) POJK No. 40/2025.
Sebelumnya, BUMI menandatangani kesepakatan awal atau term sheet dengan PT Supreme Global Investment pada 25 September 2025. Dalam kesepakatan tersebut, BUMI berencana mengakuisisi 45 persen saham Laman Mining dengan nilai transaksi US$59,1 juta atau setara Rp984,96 miliar, berdasarkan asumsi kurs Rp16.666 per dolar AS.
Transaksi akuisisi direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Pertama, BUMI membayarkan uang muka sebesar US$20 juta. Sementara itu, sisa pembayaran sebesar US$39,1 juta atau sekitar Rp650,5 miliar akan dilunasi setelah kedua pihak memenuhi persyaratan penyelesaian transaksi (conditions precedent).


















