Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bos LPS: Konsumsi Domestik Masih jadi Andalan Ekonomi RI 
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudi Sadewa dan Direktur Utama BRI Sunarso di Fortune Indonesia Summit 2022, Rabu (18/5)/Herkayanis

Jakarta, FORTUNE - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, ekonomi Indonesia yang masih tumbuh positif di tengah penurunan kinerja ekonomi yang dialami oleh banyak negara adalah sebuah berkah. 

Pada kuartal III 2022 misalnya, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,72 persen secara tahunan. Lembaga-lembaga internasional pun memprediksi ekonomi Indonesia dapat tumbuh hingga 5,1 persen sampai 5,3 persen di tahun depan. 

"Resiliensi ekonomi Indonesia tersebut ditopang oleh konsumsi domestik," ungkap Purbaya Yudhi Sadewa pada acara Leadership Forum Perbanas Institute di Jakarta, Kamis, (1/12).
 

IMF yakini inflasi RI terjaga di 3% pada 2023

International Monetary Fund. (Shutterstock)

Tak hanya itu, perwakilan International Monetary Fund (IMF) untuk Indonesia bahkan memprediksi Indonesia akan memenuhi target inflasi di kisaran angka 3 persen untuk tahun depan di tengah ancaman resesi dan perlambatan ekonomi global. 

Purbaya menilai, knerja dan prediksi positif itu tentunya tak bisa dilepaskan dari sejumlah sektor ekonomi pendukung yang dimiliki oleh Indonesia. 

Purbaya menjelaskan bahwa konsumsi domestik yang stabil telah meredam dampak guncangan ekonomi global terhadap perekonomian nasional. Konsumsi domestik sendiri berkontribusi sebesar 50,38 persnen dari total PDB Indonesia. Di sisi lain, Indeks Penjualan Ritel dan Production Manufacturing Index (PMI) juga tercatat berada pada level ekspansif. 

"Selain itu, apabila kita melihat indikator-indikator ekonomi riil juga masih menunjukkan tren yang baik. Penjualan ritel tumbuh positif diiringi oleh peningkatan optimisme konsumen," kata Purbaya. 

Kredit melaju kencang bukti kuatnya sektor rill

Ilustrasi Kredit Shutterstock.com/Wolfilser

Purbaya juga mengungkapkan optimismenya pada sektor perbankan nasional yang mana Intermediasi perbankan terus membaik seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia. Penyaluran kredit sebesar 11,9 persen (YoY) pada bulan Oktober 2022. Sementara DPK tumbuh 9,4 persen (YoY). Hal ini juga indikasi bahwa dana mulai kembali mengalir ke sektor riil untuk menggerakkan perekonomian. 

Purbaya menyebut, industri perbankan nasional masih dalam kondisi yang stabil. Level permodalan bank secara nasional sangat tebal, berada di angka 25,12 persen per September 2022. 

"Kita bisa sama-sama melihat selama pandemi kemarin, perbankan kita tidak mengalami permasalahan berat salah satunya karena permodalannya yang sangat tinggi tersebut”, tutup Purbaya.

Editorial Team

Related Article