BPJS Ketenagakerjaan Bidik Peningkatan Peserta Pekerja Informal, Ini Strateginya

- BPJS Ketenagakerjaan menargetkan peningkatan kepesertaan bagi pekerja informal, sektor digital, dan UMKM melalui ekosistem kemitraan serta edukasi intensif bersama tokoh masyarakat.
- Perusahaan fokus memperkuat perlindungan pekerja rentan lewat sinergi dengan pemerintah daerah dan meningkatkan efisiensi layanan cabang dengan otomatisasi serta integrasi digital.
- Dalam 100 hari pertama, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan penurunan perusahaan tidak patuh menjadi 40 ribu, adopsi layanan digital 50 persen, dan perluasan mitra perbankan hingga 18 lembaga.
Jakarta, FORTUNE - BPJS Ketenagakerjaan menargetkan peningkatan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal, pekerja rentan, dan pelaku UMKM.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menyampaikan pihaknya akan memperluas kepesertaan melalui ekosistem kemitraan.
"Kami menyadari pertumbuhan pekerja informal itu lebih tinggi sehingga tidak mungkin kami harus melakukan sendiri," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR, Selasa (7/4).
Pada sektor informal ini, Saiful menyoroti segmen pekerja ekonomi digital yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk peningkatan partisipasi. Sementara segmen UMKM mikro akan dioptimalkan melalui edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif, termasuk dengan melibatkan tokoh masyarakat berpengaruh.
Selain itu, perlindungan terhadap kelompok pekerja rentan, terutama yang berada pada level pendapatan rendah hingga menengah juga masih menjadi prioritas. Upaya ini dijalankan melalui sinergi dengan pemerintah daerah.
Dari sisi layanan, perusahaan pelat merah ini juga mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi. Salah satu langkah konkret adalah memangkas waktu layanan di kantor cabang dari 10 menit menjadi 8 menit guna mengurangi antrean dan meningkatkan kenyamanan peserta. Inisiatif ini didukung oleh penerapan otomatisasi serta integrasi layanan secara menyeluruh.
Perusahaan turut mencanangkan transformasi. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan peningkatan penetrasi kepesertaan melalui ekosistem digital, seiring meningkatnya jumlah pekerja di sektor berbasis teknologi.
Dalam 100 hari pertama, Saiful menargetkan penurunan jumlah perusahaan tidak patuh dari sekitar 60 ribu menjadi 40 ribu, serta mendorong adopsi layanan digital hingga 50 persen. Pada saat yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memperluas kemitraan dengan perbankan untuk layanan KPR, dengan target peningkatan jumlah mitra dari 13 menjadi 18.
Saat ini jumlah penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang telah melakukan klaim mencapai 1,2 juta peserta dengan nominal Rp 12,2 triliun.

















